LombokPost-Pemerintah daerah (pemda) Lombok Tengah mengumpulkan puluhan hewan kurban yang akan dipotong pada hari raya Idul Adha 1445 Hijriah atau 17 Juni 2024.
"Hewan kurban yang dipotong itu diberikan kepada warga yang berhak untuk mendapatkan daging kurban," kata Wakil Bupati Loteng HM Nursiah pada wartawan, Jumat (13/6).
Hewan kurban yang dipotong tersebut bersumber dari OPD di lingkup pemda Loteng, BUMN maupun BUMD serta perseorangan.
"Berapa total semua hewan kurban itu, masih dikumpulkan," ucapnya.
Adapun lokasi penyaluran masih belum diputuskan, namun secara teknis telah dibahas dan beberapa mengusulkan daftar penyaluran.
"Masih dibahas," singkat bakal calon bupati Loteng itu.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Loteng Muhammad Kamrin mengatakan, stok hewan kurban baik kambing maupun sapi untuk kebutuhan masyarakat dipastikan aman.
"Stok hewan kurban sapi di Lombok Tengah aman, karena populasi ternak sapi kita mencapai 100 ribu ekor," katanya.
Ia mengatakan, populasi ternak sapi saat cukup tinggi, sehingga Gumi Tatas Tuhu Trasna diberikan ijin untuk mengirim ternak sapi untuk kebutuhan kurban ke daerah lain, baik di wilayah NTB maupun ke pulau Jawa.
Sementara itu, untuk harga hewan kurban baik kambing maupun sapi menjelang hari raya Idul Adha 1445 Hijriah mengalami kenaikan.
Bila dibandingkan dengan harga sebelumnya Rp 13 juta untuk satu ekor sapi, bisa naik jadi Rp 15 juta.
Kenaikan harga ini hal biasa dan terjadi setiap tahun baik itu menjelang hari besar agama lain.
"Untuk harga hewan kurban kambing itu kisaran mulai Rp 2,5 juta," katanya.
Pemda memastikan, hewan yang dijadikan kurban sesuai syariat Islam itu adalah hewan yang sehat atau tidak cacat, sehingga diharapkan kepada masyarakat untuk membeli hewan kurban yang sehat.
"Kami mengimbau kepada masyarakat jika ada ternak yang mengalami sakit, agar dilaporkan kepada petugas, sehingga bisa ditangani untuk diberikan pengobatan," kata mantan kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Loteng ini. (ewi)
Editor : Kimda Farida