LombokPost-Bhabinkamtibmas Aipda Zamzuri Akbar, anggota Polsek Janapria, Polres Loteng mewakili Polda NTB dalam ajang Lomba Dai Kamtibmas Nasional Mabes Polri.
Zamzuri, satu dari enam finalis yang memperebutkan posisi juara umum se-Indonesia. Berikut ulasannya.
Melalui sambungan telepon seluler, LombokPost menghubungi Baiq Lely Ismiani, istri dari Aipda Zamzuri Akbar. Bhabinkamtibmas Desa Janggawana, Kecamatan Janapria, Lombok Tengah (Loteng) itu mewakili Polda NTB dalam ajang Lomba Dai Kamtibmas Nasional.
Yang digelar Mabes Polri dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-78 tahun 2024 di Jakarta.
”Dari seluruh polda se-Indonesia, ada enam polda yang lolos masuk ke grand final, salah satunya Polda NTB yang diwakili suami saya Zamzuri Akbar,” ucap Lely dari seberang telepon, Selasa (25/6).
Ibu dari tiga anak ini menuturkan, sebelum ditunjuk mewakili Polda NTB, pada November 2017 lalu, Ipda Zamzuri pernah mengikuti perlombaan ceramah atau tausiah kebangsaan se-NTB.
Saat itu, nama Zamzuri Akbar keluar sebagai juara pertama tingkat Provinsi NTB.
Berangkat dari inilah, Zamzuri mendapat amanah dari Polda NTB untuk berlaga ke tingkat nasional yang digelar Mabes Polri.
Masuk dalam enam besar tingkat nasional tidaklah mudah. Alumnus SMA Negeri 5 Mataram itu harus bersaing dengan puluhan perwakilan Polda se-Indonesia.
Beruntung dari tema yang dibawakan Zamzuri yang berjudul Tugas Polri dalam Perspektif Agama Islam mampu mengantarkannya ke Jakarta.
”Pengambilan video ceramah juga harus singkat, sekitar tujuh menit dengan tema yang ditentukan. Saat itu direkam di Masjid Baitussalam Polda NTB. Alhamdulillah Polda NTB lolos dan berangkatlah suami ke Jakarta untuk persiapan,” sambung Lely.
Saat bertugas menjadi bhabinkamtibmas, katanya, Zamzuri dikenal sangat dekat dengan masyarakat bahkan dianggap sebagai tokoh agama dan panutan warga.
Meski bungsu dari tujuh bersaudara itu tidak dari latar belakang keluarga pimpinan pondok pesantren.
Tak jarang selain dinas kepolisian, Zamzuri juga kerap diminta menjadi imam masjid, khatib salat Jumat dan melayani umat sebagai takmir di masjid Al-Jihad Perumahan Lingkar Pratama, Pagutan, Kota Mataram.
”Jadi tidak hanya saat bertugas, di lingkungan rumah pun suami dikenal sebagai sosok yang religius dan masukan pendapatnya didengar warga,” tambah Lely.
Saat remaja, kata Lely, suaminya pernah menjadi Ketua Rohani Islam (ROHIS) di SMA Negeri 5 Mataram. Selebihnya sempat kuliah di Universitas Mataram walau hanya tiga semester, lantaran fokus ke pendidikan kepolisian.
”Mungkin saat MTs dulu pernah dilatih khotbah Jumat, sehingga terlatih dan terbiasa hingga remaja dan dewasa sekarang,” beber Lely.
Sebagai keluarga, dirinya dan keluarga besar sangat berharap Zamzuri Akbar bisa meraih juara pertama. Mengharumkan nama Polri, Polda NTB terutama Polres Loteng tempat ia mengabdi sejak tahun 2004 silam.
”Saya sebagai istri berharap semoga selalu menjadi panutan kami, untuk anak-anak dan istri,” tutup dia.
Terpisah, Kasi Humas Polres Loteng IPTU Lalu Brata membenarkan, IPDA Zamzuri bersama lima finalis lain sedang mengikuti tahapan grand final, sedangkan pengumuman penganugerahan dilakukan Jumat (28/6) di Mabes Polri, Jakarta.
”Tentu kita berharap IPDA Zamzuri bisa juara pertama, karena dia dikenal sebagai sosok yang mumpuni dalam keagamaan. Ia selalu dijadikan anggota terdepan soal keagamaan terutama hari-hari besar keagamaan,” tutupnya. (ewi/r11)
Editor : Kimda Farida