Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ingin Bangun Sirkuit Balap, Pemkot Balikpapan Belajar ke MGPA

Lestari Dewi • Sabtu, 13 Juli 2024 | 15:50 WIB
JADI CONTOH: Direktur Utama MGPA Priandhi Satria bertemu dengan Wali Kota Balikpapan dan jajaran konsultasi pembangunan sirkuit serupa Sirkuit Mandalika di Balikpapan. (MGPA for Lombok Post)
JADI CONTOH: Direktur Utama MGPA Priandhi Satria bertemu dengan Wali Kota Balikpapan dan jajaran konsultasi pembangunan sirkuit serupa Sirkuit Mandalika di Balikpapan. (MGPA for Lombok Post)

LombokPost-Keberadaan Sirkuit Mandalika di Lombok Tengah (Loteng) menginspirasi Pemkot Balikpapan.

Yang rencananya, akan membangun sirkuit balap dengan standar internasional.

”Kamis (11/7) lalu saya diminta datang oleh Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud untuk konsultasi pembangunan sirkuit yang direncanakan oleh mereka sejak beberapa tahun lalu,” ungkap Direktur Utama MGPA Priandhi Satria, Jumat (12/7).

Andhi mengungkapkan, rencana akan ditindaklanjuti melalui kajian awal dengan MGPA.

Untuk membahas kelayakan pembangunan sirkuit di Balikpapan.

”Mereka ingin belajar dan mendapatkan pengalaman dari MGPA dalam hal membangun dan mengelola sebuah sirkuit bertaraf internasional,” ungkapnya.

Selain itu, Andhi menuturkan, Pemkot Balikpapan sangat salut dengan kemampuan putra-putri NTB yang dilibatkan dan diberdayakan dalam mengelola sirkuit.

”Ternyata sudah mampu berjalan dengan baik, hanya dalam waktu 2-3 tahun,” kata Andhi mengutip pernyataan walikota.

Pemkot Balikpapan berencana membangun sirkuit di kawasan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur, dengan luas lahan hingga 70 hektare.

Lahan ini lebih besar dibandingkan berbagai sirkuit lainnya yang sudah ada di Indonesia.

Dana pembangunan sirkuit diprediksi berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan dan pihak ketiga sebagai investor.

Kepada Pemkot Balikpapan, Andhi menjelaskan, bahwa pembangunan sirkuit harus memiliki tujuan utama dan peruntukan yang jelas. Ia menekankan pentingnya pengelolaan sirkuit yang baik, benar dan berkelanjutan.

Ia mencontohkan, jika sirkuit daerah dengan kapasitas motor 150 CC maka tidak akan bisa digunakan untuk motor kapasitas 1.000 CC.

Artinya, harus dipastikan penggunaan sirkuit untuk kapasitas yang mana. Selain itu, pengelola wajib menggelar agenda yang bisa mendatangkan minat masyarakat Indonesia dan internasional ketika sirkuit sudah terbangun.

Kehadiran sirkuit, diyakini akan menggerakkan bisnis perhotelan, penginapan, restoran, hingga warung makan di sekitar sirkuit. Seperti yang terjadi di Sirkuit Mandalika.

”Pemkot Balikpapan berharap pembangunan sirkuit ini dapat meningkatkan pariwisata dan ekonomi di wilayahnya, serta menjadi wadah bagi para putra-putri daerah untuk mengembangkan bakat mereka di bidang balap, seperti di NTB,” tutup dia. (ewi/r11)

Editor : Kimda Farida
#Sirkuit #Mandalika