Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Asosiasi Minta Kain Tenun Songket Dibundling Tiket MotoGP

Lestari Dewi • Senin, 29 Juli 2024 | 09:00 WIB

 

SEMOGA DILIBATKAN: Seorang pengunjung memfoto motif kain tenun khas Sukarara di salah satu artshop Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Loteng, Minggu (27/7). (FOTO: Dewi/Lombok Post)
SEMOGA DILIBATKAN: Seorang pengunjung memfoto motif kain tenun khas Sukarara di salah satu artshop Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Loteng, Minggu (27/7). (FOTO: Dewi/Lombok Post)

 

LombokPost-Pelaku usaha tenun songket di Lombok Tengah meminta digandeng dalam event MotoGP 2024. Mengingat usaha kerajinan tenun masih tertatih-tatih untuk bangkit pasca pandemi covid.

“Walau sudah tidak ada (covid), tapi dampaknya masih kami rasakan, tamu yang datang kebanyakan lokal dan hanya melihat-lihat saja,” ungkap Ketua Asosiasi Tenun Loteng Lalu Satriadi, Minggu (28/7).

Jika sedang beruntung, kata dia, kain tenun yang terjual bisa mencapai lima hingga tujuh lembar. Namun kebanyakan tidak terjual sama sekali. Sangat turun drastis ketika penjualan kain tenun sebelum pandemi. ”Syukur-syukur terjual selembar, pernah tidak ada sama sekali dalam sebulan,” terangnya.

Sebab itu, dengan adanya ajang balapan MotoGP yang digelar bulan September nanti di Sirkuit Internasional Mandalika, ia berharap pelaku IKM lokal Desa Sukarara dapat ambil bagian atau dilibatkan penyelenggara balapan.

Satriadi pun mengusulkan, keterlibatan bisa dalam bentuk suvenir ketika pembelian tiket nonton MotoGP. Diketahui, harga tiket MotoGP terbagi beberapa kelas sehingga harga tiketnya berbeda. Mereka yang membeli tiket MotoGP dengan harga mahal tentulah dari kalangan atas.

”Jadi suvenir bisa kita sesuaikan, mungkin yang kelas atas bisa diberikan kain songket selembar, yang tengah-tengah bisa berupa selempang, yang bawah bisa berupa gantungan kunci dengan motif tenun songket. Tidak lupa ada tulisan MotoGP,” paparnya.

Ia berharap, idenya ini dapat didengar dan terealisasikan pihak penyelenggara. Jika hanya mengandalkan diberikan stand, dinilai tidak maksimal. Ia beralasan, penonton yang datang ke sirkuit sudah dipastikan sangat membutuhkan makanan dan minuman. “Dari yang sudah-sudah, sangat sedikit yang belanja suvenir, kebanyakan cari kuliner,” tegasnya.

Terpisah, Chairman MotoGP Mandalika 2024 Troy Reza Warokka, apa yang menjadi harapan pelaku IKM akan ditampung terlebih dahulu. Sebab, pihaknya tidak bisa memutuskan sepihak. Mesti dibicarakan dan dibahas bersama pihak terkait, salah satunya Dorna. “Idenya cukup bagus, tapi kita tampung dulu,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, menjelang balapan MotoGP pihaknya masih membahas serangkaian kegiatan apa saja yang akan ditampilkan. Apalagi waktu yang tersisa kurang dua bulan. Meski begitu, ia optimis bisa memberikan yang terbaik terlebih berbagai kegiatan balapan sudah digelar sehingga menjadi terbiasa.

”Semua ini masih bergulir dan masih ada waktu, kita juga harap pemerintah bisa berikan atensi yang lebih pada MotoGP tahun ini,” kata Troy. (ewi/r11)

 

Editor : Akbar Sirinawa