Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sekelompok Orang Menyerobot Lahannya di Selong Belanak, Bule Australia Lapor Polisi

Akbar Sirinawa • Sabtu, 10 Agustus 2024 | 08:49 WIB
INVESTASI: Lahan milik bule Australia di Selong Belanak, yang diserobot sekelompok orang.
INVESTASI: Lahan milik bule Australia di Selong Belanak, yang diserobot sekelompok orang.

LombokPost-Warga Negara Australia, Neil Allan Tate melaporkan sekelompok orang ke Polres Lombok Tengah (Loteng). Laporan ini dipicu penyerobotan para terlapor di lahan milik PT Tate Development di Dusun Dasan Baru, Desa Selong Belanak, Lombok Tengah.

Kuasa hukum Neil, Johan Rahmatulloh mengatakan, penyerobotan tersebut dimulai pada Maret 2024. Sejumlah orang tanpa identitas memasuki lahan pelapor, kemudian membuat bedeng dari terpal, papan triplek, spandek, dan kayu.

Dari pantauan pihaknya, mereka yang menyerobot lahan berjumlah hingga 60 orang. Setiap minggu bergantian masing-masing 20 orang dan bukan berasal dari Desa Selong Belanak.

”Informasinya juga mereka dibayar Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu setiap hari. Ini hampir lima bulan mereka di sana,” ungkapnya.

Johan menyebut, para terlapor tidak menyebutkan siapa orang yang membayar mereka. Terlapor juga hingga saat ini enggan untuk pergi dari lahan Tate Development. Mereka baru akan pergi jika diperintahkan bos yang diduga membayarnya.

”Ini yang jadi dasar kami untuk melaporkan perbuatan sekelompok orang ini ke Polres Lombok Tengah. Dugaannya penyerobotan lahan,” kata Johan.

Dengan pelaporan ini, Johan berharap Polres Loteng menaruh atensi dan memproses kasus tersebut. Apalagi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Wibowo telah berkomitmen dengan menandatangani kerja sama dengan Menteri ATR/BPN terkait penanganan mafia tanah.

”Kami berharap Polres sungguh-sungguh menangani kasus ini,” harapnya.

Dengan penanganan kasus yang baik, Johan meyakini itu sebagai upaya kepolisian dalam menjaga kondusivitas wilayahnya. Termasuk juga menjamin iklim investasi yang baik bagi investor di masa mendatang. (dit)

Editor : Akbar Sirinawa