Lombok Post-Maskapai Pelita Air telah membuka rute penerbangan Jakarta-Lombok dan sebaliknya.
Bertambahnya maskapai yang melayani rute penerbangan menuju Lombok, diharapkan mampu menekan tingginya harga tiket pesawat.
“Saat ini kami memang baru membuka rute Jakarta-Lombok dan sebaliknya setiap hari. Kami yang sudah memiliki 16 rute yang terkoneksi di Jakarta ini soal harga sudah disesuaikan dengan ambang batas bawah dan atas. Termasuk jika ada yang beli tiket pulang pergi akan diberikan potongan harga,” ungkap Direktur Niaga Pelita Air Asa Perkasa saat membuka secara resmi rute penerbangan Jakarta-Lombok dan sebaliknya di Bukit 360 Sirkuit Internasional Mandalika, Kamis (19/9).
Ia memastikan, harga tiket pesawat yang diterapkan Pelita Air masih dalam posisi wajar.
Maskapai dari anak perusahaan PT Pertamina ini berkomitmen tidak akan “aneh-aneh” dalam menerapkan harga tiket pesawat.
Mengingat pada ajang MotoGP ini kerap menjadi kesempatan bagi maskapai untuk menaikkan harga.
“Harga ini kan terjadi ada supply dan demand, ketika penawaran tinggi dan tidak ada permintaan pasti harganya turun. Ketika ada permintaan tinggi, maka Pelita naikkan harga sesuai harga ambang batas atas yang boleh dilakukan,” terangnya.
Perlu diketahui, Pelita Air resmi membuka penerbangan rute Jakarta-Lombok dan sebaliknya pada Kamis 19 September dan ini menjadi rute ke-14 Pelita Air.
Pembukaan rute ini sebagai upaya dukungan kepada Mandalika sebagai salah satu destinasi wisata prioritas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia.
“Penerbangan pun direncanakan dilakukan setiap hari,” imbuhnya.
Asa berharap, hadirnya Pelita Air dapat memajukan ekosistem wisata nasional yang dapat berkontribusi bagi perekonomian masyarakat.
Serta berharap bisa menambah lagi rute-rute baru menuju Lombok. Hal ini diyakini berdampak pada persaingan harga tiket.
“Semakin banyak yang buka rute ini, pasti harga bersaing. Jika masih terbatas maka jelas (maskapai, red) naikkan harga,” jelas Asa.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Lombok Barata Singgih Riwahono mengatakan, sebagai patokan sebelum masa pandemi Covid-19 jumlah ketersediaan armada pesawat sebanyak 620 pesawat.
Setelah pandemi, masih terjadi pembatasan perjalanan keluar penumpang pesawat sehingga maskapai mengurangi jumlah armada untuk beroperasi.
“Pandemi selesai, kita dalam posisi new normal mulai merangkak kembali angkutan penerbangan pada awal tahun lalu. Sayangnya, kesiapan armada pesawat secara nasional menjadi 440 saja lalu menurun menjadi 420 armada pada lebaran 2024. Sekarang menurun lagi menjadi 382 armada,” paparnya.
Dari jumlah ini, sebut Barata, maka bisa dibayangkan jumlah armada pesawat sangat sedikit untuk memenuhi rute-rute penerbangan.
Jangankan rute domestik, tak sedikit maskapai penerbangan menarik kembali rutenya, contoh rute Perth-Lombok dan sebaliknya.
“Jadi mau buka lagi ini rute sulitnya minta ampun karena armada nasional yang terbatas, sehingga jumlah armada yang ada masih memprioritaskan rute nasional ini,” kata Barata.
Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Lalu Gita Ariadi mengapresiasi, atas landing perdananya Pelita Air di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Lombok.
Ini bentuk sinergi BUMN yang hadir untuk negeri. “Sebaik apapun atraksi, event yang kita hadirkan tanpa adanya konektivitas rasanya berkembang bagai bunga bonsai yang tidak akan bertumbuh lebat,” terangnya.
Kehadiran Pelita Air, lanjut Miq Gita akrab disapa, menjawab tuntutan masyarakat pada pemerintah untuk memperbanyak rute penerbangan dari dan menuju Lombok, NTB.
Pasca pindahnya Bandara Selaparang dari Kota Mataram kemudian ke Lombok Tengah, ada permintaan perpanjangan runway dari 2,7 Km menjadi 3,3 Km saat ini.
“Melihat kesiapan infrastruktur sudah di-upgrade sedemikian rupa, hadirnya Pelita Air maka tugas pemerintah menggairahkan dan mempromosikan wisata kita,” beber Miq Gita.
Mantan Kepala Dinas Pariwisata NTB ini optimistis, dapat mengembalikan NTB menjadi MICE Destination.
Artinya, wajib bagi seluruh kepala dinas menghadirkan kegiatan rapat atau pertemuan kerja nasional hingga event nasional dan internasional ke NTB.
“Inilah yang akan mengisi penerbangan-penerbangan tersebut, apalagi kami sudah merancang berbagai event yang akan hadir di NTB pada tahun depan,” tutup Miq Gita.
Direktur Komersial InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Troy Reza Warokka mengatakan, konektivitas menjadi sangat penting dalam menumbuhkan Mandalika menjadi kawasan destinasi wisata prioritas dengan segala kelengkapan dan kemudahannya.
“Dengan adanya Sirkuit Mandalika menjadi lokasi ajang MotoGP, dimana Pertamina adalah sponsor utama maka sudah konek dengan hadirnya Pelita Air,” kata dia.
Hadirnya Pelita Air, menurut Troy akan sangat bagus dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Lombok, NTB.
Terlebih dengan jadwal setiap hari dan jam penerbangan pagi dari Jakarta-Lombok serta siang dari Lombok-Jakarta.
Menunjukkan dari sisi waktu ini sudah diperhitungkan seksama oleh Pelita Air bagi wisatawan dan pertemuan.
“Efisiensi waktunya ini sudah pas oleh Pelita Air,” sebut Troy. (ewi)
Editor : Kimda Farida