Kadispar Loteng Sebut Aksi Tak Senonoh Pasangan Bule di Kuta Hanya Kebetulan

Lestari Dewi • Dipublikasikan Kamis, 3 Oktober 2024 | 20:07 WIB
Lalu Sungkul
Lalu Sungkul

LombokPost--Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Tengah (Loteng) angkat bicara soal viralnya video pornoaksi sepasang turis asing yang berlokasi di salah satu pesisir pantai kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika.

Menurutnya, kejadian itu bersifat insidental atau kejadian yang terjadi secara kebetulan.

”Itu (video mesum, red) bersifat insidental yang tidak bisa kita hindari dalam perkembangan pariwisata. Untuk apa kita usir juga,” ucap Kepala Dispar Loteng Lalu Sungkul pada Lombok Post ini, Rabu (10/2).

Ia menjelaskan, para turis luar negeri tersebut memang dikenal memiliki budaya bebas.

Tindakan berhubungan badan dengan pasangannya hal lumrah dilakukan oleh mereka.

Di tengah situasi sedang berlibur, sepasang turis ini kemungkinan terbawa suasana dengan keromantisan dan keindahan pantai Mandalika.

“Lokasinya juga jauh dari keramaian masyarakat, mereka ingin menikmati nuansa, suasana alam pantai kita ini, ya terjadi sudah (berhubungan, red),” kata dia.

Namun, lain cerita jika adegan mesum tersebut dilakukan salah satu warga Indonesia atau warga setempat.

Bukan perbedaan perlakuan, namun warga Indonesia khususnya Lombok sudah dikenal dengan daerah yang religius dan berbudaya.

”Jika salah satu atau pasangan dari warga kita sudah jelas bakal di rajam,” tegasnya.

Dari kejadian ini, Sungkul berpesan, agar warga lokal introspeksi diri. Sifat keingintahuan alias kepo sangat tinggi.

Perbedaan sedikit soal budaya, tanpa pikir panjang langsung main rekam video.

”Coba perhatikan kalau orang kita yang mabuk-mabukan, dihibur partner song apa iya para turis itu ngerekam kelakuan kita? Tidak kan, orang bule mana ada kepo begitu,” terang mantan camat Pujut itu.

“Kita ini bangsa yang sangat kepo,” tambahnya.

Menurutnya, justru dengan merekam dan mengunggah ke media sosial yang kena dampak adalah citra daerah sendiri.

Sementara yang melakukan adegan pornoaksi biasa-biasa saja, sebab sudah menjadi budaya mereka.

”Justru kita yang jelek, sebar-sebar videonya,” imbuh Sungkul.

Lantas bagaimana dengan branding pariwisata halal yang digaungkan selama ini dengan membiarkan hal tersebut?

Sungkul menegaskan, adegan mesum ini kali pertama terjadi dan kebetulan.

Adapun konsep halal tourism, kata dia, bukan hanya soal makanan dan minuman saja yang halal.

Namun pariwisata yang menyerap sifat-sifat Islam. Seperti, kebersihan tidak membuang sampah sembarangan ke sungai.

Memastikan adanya tempat ibadah, menyediakan penginapan sesuai aturan Islam dan sebagainya.

“Mengedepankan pelayanan halal yang sehat, bersih, sopan, ramah dan ikhlas,” tutup dia.

Terpisah, Kapolres Loteng AKBP Iwan Hidayat mengatakan, masih menyelidiki kebenaran video turis asing yang diduga melakukan perbuatan tidak senonoh di pesisir pantai kawasan Mandalika.

“Masih diselidiki dulu, biarkan kami bekerja dulu apabila nanti ada perkembangan akan kami informasikan,” singkatnya. (ewi/r11)

 

 

Editor : Kimda Farida
pantai kuta mandalika Polres Loteng bule mesum DIspar Loteng