Kursi ketua dewan kini diemban Lalu Ramdan. Sekalipun tak pernah dibayangkan mendapat amanah tersebut.
Bagi Ramdan hal ini bukan waktunya untuk berleha-leha. Berikut ulasannya.
-------
MENGENAKAN setelan jas lengkap berwarna krem dan berdasi gold, sosok Lalu Ramdan cukup mencolok diantara ketiga orang pimpinan dewan lainnya.
Wajar saja, dirinya kini tidak hanya mengemban tugas sebagai anggota semata.
Oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Lalu Ramdan ditunjuk sebagai ketua dewan. Menggantikan M Tauhid ketua dewan sebelumnya dan Muhalip sebagai pimpinan sementara.
Tak ada yang menyangka nama Lalu Ramdan akhirnya dipilih dan dilantik sebagai pimpinan definitif.
Begitu pun Ramdan, pria kelahiran Sengkol yang kini berusia 48 tahun. Bahkan, sejak remaja dirinya tak menyangka terjun ke dunia politik.
“Kita mungkin sama ya, waktu sekolah dan kuliah dulu tidak pernah terbayangkan menjadi seperti apa. Sama dengan saya (tidak sangka jadi ketua dewan, red) namun inilah jalan takdir yang digariskan Allah SWT untuk saya,” ungkapnya.
Periode ini menjadi periode ketiganya sebagai anggota dewan.
Periode ini pula ia mengemban amanah sebagai pimpinan dewan.
Tentu tidaklah mudah. Apalagi ia bertekad bersama-sama dengan anggota dewan lainnya dapat mengoptimalkan kinerja sebagai wakil rakyat.
“Tingkat kehadiran, dedikasi kita sebagai wakil rakyat. Jangan lupa agar bekerja dengan bahagia,” kata Ramdan.
Awal kiprah dirinya memang sudah memilih partai besutan Prabowo Subianto tersebut.
Bahkan saat kondisi partai yang belum memiliki fraksi dan struktur.
“Berangkat dari pimpinan anak cabang (PAC) Pujut sekitar awal tahun 2007, masih jamannya almarhum Muhdan Rum yang mengajak saya gabung ke Gerindra,” kenangnya.
Diakui, selama ini tak pernah bermimpi berlebihan terhadap kariernya di politik.
Namun, sebagai manusia ia memiliki prinsip untuk terus meningkatkan kualitas dan kemampuan dirinya.
Menurutnya semua jenis profesi melakukan hal serupa.
Peningkatan kualitas kemampuan ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat.
“Saya yakin kita semua politisi di Lombok Tengah ingin meningkatkan kualitas dirinya, tapi sekali lagi saya tidak ingin bermimpi berlebihan. Terlihat pada pelantikan ini kami tidak bereuforia, sebab bukan lagi waktunya,” terangnya.
Menjadi anggota dewan diakui Ramdan sudah berat ditambah mendapat tugas sebagai ketua dewan.
Tapi ia yakin bisa menjalankan dan memaksimalkan kinerja sebaik mungkin.
“Sebagai produk masyarakat Loteng maka harus mempertanggungjawabkan itu, sebagai produk saya pun terbuka terhadap kritik dan saran dari seluruh lapisan masyarakat,” tutup Ramdan. (*/bersambung)
Editor : Kimda Farida