LombokPost-Masyarakat sekitar pantai Lancing, Desa Mekar Sari, Kecamatan Praya Barat dibuat geger pada Selasa (5/11) lalu. Lantaran penemuan sejumlah tulang belulang yang tertindih sejumlah batu dan berceceran di pesisir pantai setempat. Penemuan ini pun sontak viral di media sosial.
Kapolsek Praya Barat AKP Lalu Punia Asmara yang dikonfirmasi mengatakan, terkait penemuan tulang belulang oleh warga dibenarkan. Namun benar tidaknya milik dr Lalu Wisnu yang hilang tenggelam di kawasan tersebut memerlukan hasil forensik lebih lanjut.
”Kami telah berkoordinasi dengan Polres Lombok Tengah karena untuk menentukan itu tulang apa dan tulang siapa, harus dilakukan uji forensik dan tes DNA,” ujarnya, Rabu (6/11).
Perlu diketahui, hampir delapan bulan kasus dr Lalu Wisnu hilang tenggelam di kawasan Pantai Lancing, Desa Mekar Sari, Kecamatan Praya Barat, Loteng. Dokter muda yang bertugas di RSUD Praya itu hilang, setelah perahu yang ditumpangi saat memancing bersama temannya terbalik dihempas ombak Pantai Lancing.
Selanjutnya pada Selasa (5/11) lalu, sejumlah pihak dari keluarga dr Lalu Wisnu dari Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat kembali melakukan pencarian terhadap keberadaan dr Lalu Wisnu di kawasan Pantai Lancing. Hasilnya, pihak keluarga menemukan sejumlah potongan tulang di kawasan tersebut yang diduga tulang belulang dari dr Wisnu.
”Sekitar pukul 18.00 Wita keluarga menemukan tulang yang lokasinya tidak jauh dari lokasi dr Lalu Wisnu hilang di Pantai Lancing. Dengan posisi sebagian tulang ditindih dengan batu dan posisi yang lain berceceran di pinggir pantai dengan jarak tulang tidak jauh satu sama yang lain,” tuturnya.
Setelah menemukan tulang yang diduga adalah Wisnu, sambung Punia, pihak keluarga membawa tulang belulang ke rumah salah seorang keluarga Wisnu di Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat. “Tunggu uji forensik dan tes DNA,” tukasnya. (ewi/r11)
Editor : Redaksi Lombok Post