LombokPost-Pemda Lombok Tengah (Loteng) bertekad menjadi yang terdepan untuk urusan inovasi.
”Misal inovasi di bidang pertanian, kita ingin dapat memberikan kontribusi yang besar bagi PDRB sehingga inovasi di bidang ini akan kami kelola serius,” ungkap Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Loteng Lalu Wiranata pada wartawan usai Grand Final Lombok Tengah Innovative Government Award-Sistem Inovasi Daerah (Liga Sinova) 2024 di ballroom kantor bupati, Senin (18/11).
Wiranata mengatakan, dua orang juara dalam anugerah ini tidak hanya mendapat hadiah beribadah umrah ke Tanah Suci.
Program inovasi yang dimiliki dijadikan program prioritas pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan direplikasi seluruh jajaran se-Loteng.
”Pada tahun lalu yang menang anugerah, programnya keduluan direplikasi kabupaten/kota lain. Kita harapkan tahun ini Loteng lebih dulu aplikasikan,” sebutnya.
Penganugerahan ini diikuti sebanyak 64 peserta.
Jumlahnya lebih banyak dibanding tahun lalu sebanyak 42 peserta dari total 24 instansi dan masyarakat umum.
Dari jumlah tersebut sebanyak sembilan peserta lolos grand final Liga Sinova.
Melihat inovasi yang ditunjukkan peserta sebagian besar merata di segala sektor. Mulai dari pertanian, pendidikan, pelayanan publik, kesehatan dan sebagainya.
“Hampir semua sektor ada inovasinya, kita harapkan program yang bagus dan baik ini diaplikasikan dan masuk ke RKPD,” kata Miq Wir akrab disapa.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng Lalu Firman Wijaya menambahkan, kegiatan ini diharapkan mendapatkan berbagai inovasi yang dapat diimplementasikan pemda.
Diharapkan mempermudah pemda dalam meningkatkan pelayanan publik dan memacu semangat kinerja pegawai.
“Inovasi ini ingin kami jadikan sebagai budaya tanpa inovasi kita tidak bisa mendorong pembangunan daerah,” singkatnya. (ewi/r11)
Editor : Kimda Farida