Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tiga Jenazah PMI yang Tewas di Malaysia Tiba di Lombok, Keluarga Sambut dengan Isak Tangis

Lestari Dewi • Jumat, 29 November 2024 | 15:22 WIB

 

PULANG BERSAMA PETI: Tangis keluarga menyambut kedatangan peti jenazah WNI Suandi Putra Kedaro di pelataran Masjid UbbulWathan, Dusun Karang Katong, Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur. Dewi/Lombok Post
PULANG BERSAMA PETI: Tangis keluarga menyambut kedatangan peti jenazah WNI Suandi Putra Kedaro di pelataran Masjid UbbulWathan, Dusun Karang Katong, Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur. Dewi/Lombok Post
 

LombokPost-Isak tangis keluarga tak terbendung tatkala menyambut kedatangan peti jenazah almarhum Suandi Putra Kedaro.

Peti jenazah yang diangkut menggunakan mobil ambulans dari Bandara Lombok itu mengantarkan jenazah Suandi, satu dari tiga warga Lombok Tengah (Loteng) yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Sarawak, Malaysia pada Kamis (22/11) lalu.

Plastik berwarna bening membungkus seluruh peti jenazah berwarna biru navy. Tampak disisi peti tertempel kertas putih bertuliskan nama almarhum.

Tercantum sejumlah lokasi transit peti, mulai dari Sarikei, Pontianak dan Jakarta sebelum akhirnya tiba di kampung halaman Dusun Sebolet, Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur.

Usai diturunkan dari dalam mobil ambulans, peti diletakkan di pelataran Masjid Hubbul Wathan.

Puluhan warga datang, tak menyangka Suandi pulang tanpa nyawa.

Sementara keluarga, khususnya sang nenek yang selama ini tinggal bersama Suandi tak bisa menahan kesedihan ditinggalkan cucu tercinta.

Kepala Desa Mujur Junaidi mewakili keluarga almarhum berterima kasih pada Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB dan pemerintah, dapat memulangkan satu dari tiga jenazah korban asal Loteng.

Sekalipun menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural perhatian mereka tetap utamakan korban sebagai WNI.

“Segala urusan dan biaya pemulangan jenazah telah dilakukan BP3MI, serta mengingatkan keluarga untuk tidak mengirim biaya apa pun kepada pihak-pihak tertentu yang bersedia memproses pemulangan jenazah lebih cepat,” ujar Junaidi, Kamis (28/11).

Jenazah dimakamkan usai salat Zuhur di pemakaman keluarga.

Sebelum itu, keluarga bersepakat peti dibuka lebih dulu untuk melihat wajah almarhum terakhir kalinya.

“Di rumah duka dibuka petinya. Ketika dimakamkan peti juga kami masukkan ke liang lahat,” kata dia.

Junaidi membeberkan, almarhum berangkat ke Malaysia bersama ayah tirinya yang juga menjadi korban kecelakaan bernama Ridoan warga Dusun Lendang Garuda, Desa Mareje Timur, Kecamatan Lembar, Lombok Barat.

Selama hidup, Suandi lebih memilih tinggal bersama sang nenek sedangkan ibu kandung tinggal bersama ayah tiri di Lobar.

“Kedua jenazah ini bersamaan tiba, ibu Suandi sudah menjemput kedua peti di Bandara Lombok. Namun ibunya mengurus pemakaman sang suami, disini pihak keluarga yang membantu mengurus pemakaman anaknya (Suandi, red),” terangnya.

Junaidi menambahkan, awalnya Suandi mengurus kelengkapan administrasi untuk PMI prosedural.

Namun, prosesnya cukup lama, sementara ada kebutuhan keluarga yang mendesak.

Sehingga Suandi nekat menjadi PMI illegal bersama ayah tirinya.

“Karena lama proses legal ini, nekat jalur non prosedural,” kata dia.

Kepala Bidang Penempatan BP3MI NTB Asyib Yulianto mengatakan, pemulangan tujuh jenazah korban kecelakaan ini dilakukan bertahap.

Pada hari Kamis (28/11) dipulangkan dua jenazah atas nama Suandi warga Loteng dan Ridoan warga Lobar.

Lalu pada Jumat (29/11) dipulangkan tiga jenazah dua diantaranya warga Dusun Lendang Kekah, Desa Tampak Siring, Kecamatan Batukliang, Loteng dan warga Lotim.

“Dua korban lainnya masih menunggu kelengkapan administrasi yang sedang diproses KJRI. Pemerintah pastikan para korban pulang ke Tanah Air,” jelasnya.

Terpisah, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching Sigit Witjaksono melalui sambungan telepon membenarkan, telah memproses pemulangan tujuh korban asal Lombok, NTB secara bertahap.

Dalam prosesnya turut dibantu agen pemulangan jenazah dengan mengumpulkan donasi dan sebagian tambahan dari pihak keluarga.

“Kemarin kami sudah pulangkan dua jenazah pukul 11.00 dari Malaysia, hari ini tiga jenazah dari Malaysia akan tiba kemungkinan besok pagi (hari ini, red),” kata dia.

Ia memastikan, seluruh korban akan pulang ke rumah duka dalam waktu dua hari berturut-turut.

“Insya Allah semua korban pasti pulang,” sambungnya.

Sigit membeberkan, ketujuh korban berencana bekerja menjadi buruh ladang sawit.

Sayangnya, mereka tidak mengantongi dokumen sebagai PMI legal.

Pun begitu dengan sopir mobil yang membawa para korban, tidak memiliki surat izin berkendara dan mobil pun tak memiliki asuransi.

Ketika ada razia lalu lintas, mobil berusaha menghindar dan melawan arus lalu lintas.

“Mobil akhirnya menabrak pengendara lain terjadilah kecelakaan saling hantam kedua mobil,” jelasnya. (ewi/r11)

Editor : Kimda Farida
#korban #Kecelakaan #Malaysia #sarawak #Lombok