Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bapperida Loteng Dorong Transformasi Pendidikan, Raih Penghargaan dari BPMP NTB

Lestari Dewi • Senin, 30 Desember 2024 | 18:31 WIB

Kepala Bapperida Loteng Lalu Wiranata (kiri) berfoto bersama Kepala Bidang P2M Bapperida Loteng Sri Muliana Widiastuti (kanan) raih penghargaan dari BPMP NTB.
Kepala Bapperida Loteng Lalu Wiranata (kiri) berfoto bersama Kepala Bidang P2M Bapperida Loteng Sri Muliana Widiastuti (kanan) raih penghargaan dari BPMP NTB.

LombokPost-Badan Perencanaan Pembangunan Riset Inovasi Daerah (Bapperida) Lombok Tengah (Loteng) meraih penghargaan dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTB, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kamis (12/12) lalu. Dengan kategori sebagai Bappeda/Bapperida Inovatif dalam mendorong transformasi pendidikan di NTB dalam kegiatan Apresiasi dan Penganugerahan BPMP NTB Award Tahun 2024 di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram.

Kepala Bapperida Loteng Lalu Wiranata menuturkan, penghargaan ini bentuk apresiasi BPMP NTB kepada lembaga, pemerintah daerah (pemda), atau perseorangan yang berkontribusi terhadap dunia pendidikan yang fokus meningkatkan mutu pendidikan. “Penghargaan ini kita peroleh karena Lombok Tengah menghadirkan Lombok Tengah Innovative Government Award – Sistem Inovasi Daerah (Liga Sinova) yang salah satu tema diangkat adalah pendidikan,” ungkapnya pada Lombok Post, Minggu (29/12).

Menghadirkan tema pendidikan pada Liga Sinova ini, sambungnya, guna mendorong percepatan pendidikan di Gumi Tatas Tuhu Trasna. Ia menyebut, pada ajang Liga Sinova 2023 inovasi pendidikan ASI Asli (Aplikasi Asesmen Literasi Jenjang Sekolah Dasar) meraih juara pertama. Pada tahun 2024, inovasi GasPol Olah-Olah meraih juara kedua yang berinovasi dalam membangun karakter anak didik.

“Ternyata sangat banyak inovasi-inovasi yang hadir di bidang pendidikan. Inovasi lainnya berupa Iqra’ Numerasi dari seorang guru tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA),” beber Miq Wir akrab disapa.

Ia menuturkan, kepada para pemenang Liga Sinova ini pemda Loteng telah memberangkatkan mereka untuk beribadah umroh ke Tanah Suci. Kemudian, inovasi yang juara akan difasilitasi menjadi program kerja daerah dan inovator menjadi konsultan program tersebut.

“Tahun depan ini sudah kita masukkan menjadi program, dan orangnya menjadi konsultan program tersebut,” cetus dia.

Miq Wir berharap, dengan adanya kegiatan Liga Sinova dapat mendorong semakin banyaknya elemen masyarakat berinovasi di bidang pendidikan. Sehingga mendorong percepatan pergerakan dunia pendidikan baik resmi maupun tidak resmi. Mengingat rata-rata lama sekolah (RLS) di Loteng adalah 6,7 tahun yang sebelumnya 6,4 tahun. Serta, angka partisipasi kasar (APK) dan angka partisipasi murni (APM) yang masuh berfluktuatif.

“Hanya naik 0,3 tahun untuk RLS ini, naik tapi masih pelan ini. APK dan APM kita dorong untuk naik juga. Semua ini kan komponen untuk menaikan IPM (indeks pembangunan manusia)” katanya.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (P2M) Bapperida Loteng Sri Muliana Widiastuti menambahkan, Bapperida Loteng terus memperkuat kolaborasi dengan semua pihak untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Langkah strategis ini bertujuan mengatasi berbagai tantangan utama dalam pendidikan.

Proses perencanaan dimulai dengan pemetaan aktor kunci dan identifikasi tantangan pendidikan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di tingkat lokal. Tantangan utama yang diidentifikasi mencakup masih rendahnya capaian literasi dan numerasi, minimnya implementasi pendidikan karakter.

Kemudian, kebutuhan peningkatan kompetensi guru, minimnya pengetahuan terkait perubahan iklim, serta tingginya angka ibu hamil di bawah usia 19 tahun. Berdasarkan analisis ini, pemerintah menetapkan tiga area prioritas, yaitu literasi numerasi, pendidikan karakter, dan pencegahan pernikahan anak.

“Kolaborasi ini memungkinkan kami (Bapperida, red) menyelaraskan program pendidikan dengan kebutuhan nyata di lapangan, sehingga kualitas perencanaan dan implementasi dapat lebih baik,” tutup dia. (ewi/r11)

 

Editor : Akbar Sirinawa
#Lombok Tengah #inovatif #pendidikan #BPMP NTB #penghargaan #Bapperida