Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perajin Rotan Ketak Kesulitan Bahan Baku

Lestari Dewi • Minggu, 5 Januari 2025 | 08:15 WIB

 

Baiq Yuliana Safriana
Baiq Yuliana Safriana
 

LombokPost-Di tengah bangkitnya kerajinan rotan ketak di Lombok Tengah (Loteng), perajin dihadapkan dengan sulitnya bahan baku kayu rotan. Desa Tibu Sisok, Kecamatan Janapria yang menjadi pusat kerajinan rotan ketak selalu kehabisan bahan baku setiap pendistribusian.

”Selalu habis bahan baku yang datang, apalagi ini dari luar daerah seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Cirebon. Kita di Lombok tidak punya bahan bakunya,” ungkap Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Loteng Baiq Yuliana Safriana pada Lombok Post ini, Jumat (3/1).

Sebab itu, dengan keberadaan Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Sengkerang di Kecamatan Praya Timur, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan perajin rotan ketak setempat. ”Sekarang sudah mulai pengelola sentra bersama Disperindag berkomunikasi dengan daerah luar yang menjadi sumber rotan terbesar, harga terjangkau dan akses mudah,” terangnya.

Bahan baku kayu rotan yang tiba di Loteng berupa barang setengah jadi. Dikatakan, bahan mentah rotan berasal dari Kalimantan biasanya proses pengupasan dan penghalusan di wilayah Cirebon, Surabaya dan Jepara. Setelah itu dikirim ke Lombok sesuai permintaan.

”Nah, yang sudah siap dianyam baru dikirim ke Lombok, sekali kirim bisa 10 ton. Tetapi karena perajin rotan di sini banyak, selalu habis,” kata Yuli.

Melihat kebutuhan yang belum terpenuhi, Sentra IKM Sengkerang diminta untuk bisa memenuhi permintaan perajin. Artinya, gedung sentra yang sudah diresmikan tidak harus fokus menarik wisatawan untuk berkunjung ke sana. “Kita minta fokus dulu stok bahan baku buat perajin,” cetusnya.

Saat ini permintaan kerajinan rotan ketak di Gumi Tatas Tuhu Trasna kian meningkat. Sebagian besar dikirim ke luar negeri seperti Dubai dan Mesir. Ini semua dilakukan pengelola Sentra IKM Sengkerang sedangkan Disperindag hanya bertugas memantau dan mengawasi.

“Pengelola yang dituntut berinovasi mencari buyer, mitra kerja agar sentra ini tetap hidup,” tutup dia. (ewi/r11)

Editor : Akbar Sirinawa
#Perajin #Loteng #ketak #rotan #bahan baku #kerajinan #kebutuhan #Lombok #Disperindag