Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lezatnya Ayam Kampung Bakar Inaq Lian yang Jadi Rujukan Kuliner Wisatawan, Dagingnya Fresh dan Manis dengan Sambal Colet Khas Sasak

Lestari Dewi • Minggu, 5 Januari 2025 | 11:00 WIB

 

DIBURU PENGUNJUNG: Inaq Lian memanggang deretan ayam kampung yang akan disajikan pada pelanggannya di Rumah Makan Ayam Bakar Inaq Lian, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Loteng.
DIBURU PENGUNJUNG: Inaq Lian memanggang deretan ayam kampung yang akan disajikan pada pelanggannya di Rumah Makan Ayam Bakar Inaq Lian, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Loteng.
 

Roda berputar, begitulah nasib perekonomian yang dialami Inaq Lian. Pemilik rumah makan ayam kampung bakar, yang jadi rujukan wisatawan untuk bersantap, usai dari maupun menuju Mandalika, Lombok Tengah (Loteng). Berikut ulasannya.

Lombok Tengah.

ASAP mengepul di depan pembakaran. Embusan kipas angin kencang membuat pecahan arang kian membara. Deretan ayam kampung berjajar rapi di atasnya.

Mendekati waktu makan siang, pelanggan mulai berdatangan. Deretan kendaraan roda dua dan empat terparkir di depan rumah makan yang berada tepat di seberang Rumah Sakit Mandalika. Di Desa Sengkol.

Tempat makan ini sederhana. Dinamakan Rumah Makan Ayam Bakar Inaq Lian. Meski sederhana, ayam bakarnya ramai diperbincangkan di media sosial. Apalagi lokasinya berada di tengah-tengah Bandara Internasional Lombok dan Sirkuit Internasional Mandalika.

Pemiliknya bernama Inaq Lian, warga asli Desa Sengkol. Mulanya ia hanya menjual nasi campur di tempatnya saat ini. Pelanggannya banyak dari perawat maupun pegawai rumah sakit.

”Beberapa ayam kampung saya taruh di bakul samping gerobak, awalnya satu dua yang beli setiap habis makan dan hendak pulang. Lama-lama banyak yang cari ayam kampung mentah ini,” ungkapnya pada Lombok Post.

Peminatnya yang banyak, membuat Inaq Lian membuka dua berugak di bagian belakang warungnya. Dengan menyajikan menu baru, seperti sayur bening, sambal, ayam bakar, kerupuk dan minuman segar.

“Ternyata pelanggan suka menu ini, sederhana tapi nikmat khas makanan Sasak,” selorohnya.

Dalam sehari dengan keadaan normal, dirinya bisa menghabiskan 100 hingga 200 ekor per hari. Ketika musim liburan tiba seperti Natal dan Tahun Baru menjadi dua kali lipat per hari. Ayam kampungnya diambil dari peternak ayam, sebagian lagi merupakan hasil ternaknya sendiri.

Uniknya yang membedakan dari usaha rumah makan ayam bakar Inaq Lian dengan lainnya adalah proses pengolahan ayam bakar. Dirinya sengaja menyiapkan lokasi khusus pemotongan ayam hingga proses pembersihan ayam di depan pengunjung.

Ini untuk membuktikan ayam kampung yang saya tawarkan fresh, sehingga rasa daging ayamnya masih manis dan segar,” ungkapnya.

Ayam kampung dibakar dengan olesan minyak goreng dan taburan garam. Setelah matang, ayamnya dipotong disajikan di atas piring makan. Dagingnya yang sudah manis dan segar, cukup ditemani dengan sambal, sayur bening dan nasi hangat.

”Sambal colet (colek, Red) khas Sasak ini saya racik sendiri, bisa disesuaikan tingkat kepedasannya,” cetusnya.

Pengunjung yang datang ke rumah makannya beragam. Namun didominasi wisatawan domestik dan mancanegara. Belum lama ini sejumlah artis pun sudah mampir menyantap menu ayam bakar miliknya. “Terakhir itu ada The Dudas ya, Raffi Ahmad, Ariel Noah, Gading Martin dan Desta,” kata dia.

Menu sederhana ayam bakar ini dibanderol harga terjangkau. Disesuaikan dengan ukuran ayam kampung. Mulai dari Rp 75 ribu, Rp 85 ribu hingga Rp 95 ribu. Harga ini belum termasuk paketan nasi hangat, sayur bening dan sambal. “Tidak sampai Rp 150 ribu per paketnya, terjangkau,” tutup Inaq Lian. (LESTARI DEWI/r11)

Editor : Akbar Sirinawa
#wisatawan #Loteng #ayam kampung #Kuliner #Mandalika #rujukan #bakar