Mendukung program ketahanan pangan harus dilakukan dengan memberikan contoh yang nyata kepada masyarakat.
Seperti yang dilakukan Serma Kasmadi Harta, tentara yang beternak kambing etawa dan ayam kampung dengan memanfaatkan lahan kosong. Berikut ulasannya.
-----------------
Suara puluhan ekor kambing terdengar bersahutan. Mereka berada di dalam kandang berukuran sekitar 10 hingga 15 meter dengan lebar dua meter. Menanti pemilik kandang memberikan makan berupa rerumputan hijau yang segar.
Setelah mengisi penuh wadah, tampak pria berpakaian seragam hijau loreng beralih ke kandang lainnya.
Telah menanti ratusan ekor ayam kampung yang siap diberikan makan. Dedak berwarna cokelat dalam sebuah ember diraup pria ini dan dimasukkan ke sejumlah wadah kayu di atas tanah.
Dalam hitungan detik ratusan ekor ayam berkumpul membentuk kelompok.
Pria itu adalah Serma Kasmadi Harta, prajurit TNI Kodim 1620/Loteng. Tinggalnya di kampung Gililebur, Kelurahan Perapen, Praya.
Di sela-sela waktunya bertugas memilih untuk beternak kambing etawa dan ayam kampung dengan memanfaatkan lahan kosong.
Tidak hanya mencari selingan agar tak jenuh bekerja, namun ini upaya tentara dalam mendukung program ketahanan pangan lokal.
Langkah ini tidak hanya bertujuan memperkuat swasembada pangan lokal maupun nasional. Tetapi turut memberdayakan masyarakat sekitar dan memberikan contoh dalam pengelolaan peternakan.
“Kambing etawa ini kami pilih untuk diternak karena memiliki nilai ekonomis tinggi dan cocok untuk produksi susu maupun daging. Sementara ayam kampung kami pelihara sebagai sumber protein yang terjangkau bagi masyarakat,” ujar Serma Kasmadi saat memberi makan hewan ternaknya, Rabu (8/1).
Dengan menerapkan metode peternakan modern dan ramah lingkungan, anggota TNI ini memelihara sebanyak 50 kambing etawa dan 100 ekor ayam.
Tujuannya ingin menunjukkan bahwa ketahanan pangan dapat dicapai melalui inovasi dan kerja keras baik secara pribadi maupun kelompok.
“Kami ingin memberikan contoh kepada masyarakat bahwa beternak kambing etawa dan ayam kampung bukan hanya untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan,” terangnya.
Program peternakan ini, kata dia, melibatkan pelatihan bagi seluruh anggota yang ingin berkesempatan dalam beternak kambing etawa.
Warga sekitar pun diajarkan cara beternak yang efektif, mulai dari pemilihan bibit unggul, pemberian pakan berkualitas, hingga manajemen kesehatan hewan.
“Dengan begitu, diharapkan masyarakat dapat mandiri dan mengembangkan usaha peternakan secara berkelanjutan dan dapat mendukung program pemerintah swasembada ketahanan pangan,” jelas Kasmadi.
Menurutnya, hasil dari peternakan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan internal. Namun bisa mendukung program makan bergizi gratis melalui stok daging dan ayam maupun susu, atau dijual ke pasar lokal.
Melalui inisiatif ini pihaknya berharap dapat berkontribusi lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.
Langkah ini menunjukkan bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat dapat menghasilkan dampak positif yang nyata.
“Tidak hanya di sektor pertahanan, tetapi juga di bidang ekonomi dan sosial,” tukasnya. (Lestari Dewi/r11)
Editor : Kimda Farida