Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pathul-Nursiah Janji Wujudkan Pelayanan Kesehatan yang Prima di Lombok Tengah

Lestari Dewi • Selasa, 14 Januari 2025 | 12:30 WIB

 

TERUS BERBENAH: Suasana perawatan pasien di ruang IGD, RSUD Praya, Loteng beberapa waktu lalu.
TERUS BERBENAH: Suasana perawatan pasien di ruang IGD, RSUD Praya, Loteng beberapa waktu lalu.

LombokPost-Meningkatkan pelayanan publik di bidang kesehatan menjadi visi misi Bupati dan Wakil Bupati Loteng terpilih Lalu Pathul Bahri dan HM Nursiah.

Untuk mewujudkannya tidak hanya perbaikan fasilitas sarana dan prasarana, melainkan sejauh mana keterbukaan pelayanan publik ini kepada masyarakat.

”Saya melihat pelayanan kesehatan kita sudah cukup terbuka, mulai dari kondisi rumah sakit hingga puskesmas. Entah itu kapasitasnya, regulasinya dan sistemnya termasuk inovasi yang dilakukan,” ucap Wakil Bupati Loteng HM Nursiah.

Namun, tetap menjadi perhatian adalah peningkatan pelayanan kesehatan yang didorong kian berkembang.

Artinya, fasilitas sarana prasarana yang sudah ada diupayakan untuk ditambah.

Termasuk perbaikan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan meningkatkan keterampilan kompetensinya.

”Manajemen wajib mengingatkan dan mendampingi tenaga kesehatannya,” tambah Wabup Nursiah.

Diketahui, belum semua masyarakat Loteng yang memahami mekanisme pelayanan kesehatan di rumah sakit maupun puskesmas.

Ini menjadi pekerjaan rumah penting bagi keduanya untuk terus menginformasikan semua standar operasional prosedur (SOP).

”Sehingga masyarakat mengetahui. Kalau dulu keluhan cukup disampaikan ke kotak saran, sekarang mudah di publish keluhannnya ke media sosial,” papar mantan Sekda Loteng ini.

Direktur RSUD Praya dr Mamang Bagiansah mengatakan, dalam jargon Beriuk Meriri milik rumah sakit telah mencakup tiga hal. Yaitu, bagaimana memberikan pelayanan kesehatan yang prima untuk masyarakat, peningkatan kualitas SDM dan peningkatan infrastruktur rumah sakit.

“Selain menuju akreditasi tipe B, kami sedang diversifikasi layanan. Jika dulu belum ada layanan bedah syaraf kini sudah ada, sebentar lagi ada layanan kateterisasi jantung dan stroke, pelayanan kanker,” terangnya.

Menyoal kenaikan tipe rumah sakit dari C menjadi B, kata dia, adalah cita-cita RPJMD sejak lama yang kini hampir di depan mata.

”Apa yang kurang segera dilengkapi agar memenuhi syarat tipe B ini, tinggal menunggu rekomendasi dari Dikes NTB yang InsyaAllah keluar bulan Februari-Maret,” kata dr Mamang.

Pria berkacamata ini tak menampik, pelayanan front office kerap dikeluhkan pasien maupun keluarga pasien.

Sebab itu, rumah sakit berupaya mendidik SDM dengan mengundang ahlinya bersama Poltekpar Lombok, institusi lain seperti Asosiasi Service Quality Indonesia (ASQI).

”Hasil rekomendasinya ternyata soal senyum, salam dan sapa sudah memuaskan. Tapi ternyata pada infrastruktur, seperti tidak sebersih hotel, aroma betadine di beberapa tempat, perilaku masyarakat yang belum sepenuhnya patuh pada regulasi rumah sakit,” kata dr Mamang.

Dari hasil rekomendasi tersebut, kata dia, RSUD Praya akan diberikan pembinaan selama tiga tahun ke depan. Tidak hanya pada pimpinan namun setiap orang punya tugas yang harus dilakukan untuk dinilai ASQI.

“Dengan adanya pendampingan ini RSUD Praya akan memiliki blueprint pelayanan 5.0 dan ini dalam proses,” ungkap dia.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dikes Loteng) dr Nasrullah menambahkan, masyarakat juga perlu memahami pelayanan prima di tingkat puskesmas dan puskesmas pembantu (pustu) agar pelayanan kesehatan tidak seluruhnya bermuara ke rumah sakit.

“Masyarakat datang ke puskesmas ini masih pada datang untuk berobat, belum pada pemikiran datang ke puskesmas untuk hidup sehat. Ini akan kita ubah agar masyarakat terbiasa mengecek kesehatannya di puskesmas,” kata dia.

Seperti UHC yang dihadirkan pemda, kata dia, bukan semata-mata untuk masyarakat datang dan berobat saja.

Melainkan masyarakat secara berkala lakukan pemeriksaan kesehatan.

“Ini juga gratis untuk screeningnya, contoh ketika ada faktor resiko hipertensi, kencing manis sudah bisa ditangani puskesmas,” cetusnya.

Saat ini seluruh puskesmas di Loteng sudah menerapkan rekam medis elektronik.

Selain itu beberapa puskesmas mulai menerapkan pendaftaran antrian secara online.

“Yang sudah berjalan seperti puskesmas Puyung, puskesmas Praya sehingga tidak ada lagi antrean menumpuk di puskesmas,” kata Nasrullah. (ewi/r11)

Editor : Kimda Farida
#visi misi #Pelayanan #Janji #Kesehatan #keterbukaan #sop #sdm #Tenaga