LombokPost-Sektor pariwisata Lombok khususnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika kian berkembang. Seiring tren jumlah kunjungan wisatawan bersama kebutuhan wisatawan modern yang kian kompleks.
Hal ini mendorong hadirnya TIKA Hotel dengan menyediakan beragam kenyamanan dan fasilitas yang dibutuhkan. “Salah satunya kehadiran Tanah Restoran dan Karia co-working space yang sangat diperlukan untuk menunjang kebutuhan para wisatawan yang ingin berlibur, tanpa perlu meninggalkan pekerjaan mereka,” ungkap General Manager TIKA Hotel Mulyadin Yasin pada wartawan saat soft opening TIKA Hotel, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Loteng.
Ia menjelaskan, sejauh ini Tanah Restoran dan Karia co-working space lebih tersegmentasi kepada pasar ekspatriat. Namun pihak manajemen menyadari pentingnya pasar lokal dan domestik sebagai salah satu pilar pasar tetap dari sebuah produk pariwisata yang berada di Indonesia, NTB, khususnya Loteng.
Pada Tanah Restoran, kata dia, menawarkan menu yang kaya dan beragam. Mulai dari hidangan lokal hingga internasional yang semuanya disiapkan dengan bahan bahan segar yang bersumber dari lokal. “Menggunakan produk-produk lokal merupakan bagian dari upaya manajemen dalam mendukung pemerintah dalam mengembangkan konsep eco-friendly tourism di Kuta Mandalika,” cetusnya.
Sementara pada Karia co-working space, dirancang senyaman mungkin serta dilengkapi fasilitas lengkap. Dengan akses internet sangat cepat, ruang kerja yang nyaman dan fasilitas penunjang lainnya, para profesional dapat bekerja dengan efisien dan tetap produktif selama berlibur. “Kenapa ini ada, saat weekday kalau pagi hari hingga siang mereka biasanya bekerja. Setelah selesai barulah mereka berlibur berselancar atau kemana,” beber pria asal Bima itu.
Kehadiran hotel yang baru memiliki 12 kamar ini dan direncanakan tambah 12 kamar lagi, diharapkan membuka lapangan pekerjaan yang baru dengan menyerap tenaga kerja lokal. Komitmen perusahaan pun terlihat pada sebanyak 98 persen tenaga kerja adalah masyarakat sekitar desa penyangga KEK Mandalika. Sisanya beberapa posisi level manager masih ditangani tenaga kerja luar yang memiliki keterampilan dan pengalaman. “Dari persentasi ini, 45 persennya warga sekitar hotel karena sejak awal kami sudah berdiskusi dengan pemerintah desa untuk menyerap warga lokal, yang lokal mengisi level staf, supervisor dan sebagainya,” kata dia.
Founder TIKA Hotel Patricia Jiang menjelaskan, arsitektur TIKA menghadirkan tema modern minimalis yang selaras dengan alam. Dengan mengusung tagline “Home away from home”. TIKA dirancang untuk memadukan harmoni antara alam, budaya dan tradisi lokal serta makanan yang otentik.
Pulau Lombok sangat indah dengan keindahan alam dan memiliki kekayaan budaya dan tradisi lokal. “Kami ingin membangun TIKA Hotel untuk memberikan kebaikan bagi orang yang melakukan perjalanan,” jelas Patricia. (ewi/r6)
Editor : Redaksi Lombok Post