Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BPBD Loteng Evakuasi Warga di Desa Bangket Parak, Puluhan Hektare Tambak Udang Terendam Banjir

nur cahaya • Kamis, 13 Februari 2025 | 09:15 WIB

 

WASPADA: Sejumlah rumah terendam banjir akibat cuaca ektrem di Desa Landah, Kecamatan Praya Timur, Loteng, Selasa (11/2).
WASPADA: Sejumlah rumah terendam banjir akibat cuaca ektrem di Desa Landah, Kecamatan Praya Timur, Loteng, Selasa (11/2).

 

LombokPost-Puluhan hektare tambak udang Vaname terendam banjir di Dusun Peras, Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah (Loteng), Selasa (11/2). Banjir akibat cuaca ekstrem ini menyebabkan para petambak merugi hingga ratusan juta rupiah. “Dari kemarin (Senin, red) terendam banjir karena hujan terus menerus,” ungkap Eceng warga setempat, Selasa (11/2).

Ia menuturkan, lahan tambak udang yang dikelolanya seluas satu hektare. Padahal kondisi udang yang dibudidayakan tinggal menunggu hari akan dipanen. Namun nasib berkata lain, akibat hujan deras membuat udang hanyut terbawa arus banjir. “Sudah hanyut terbawa arus, apalagi yang mau diselamatkan,” cetus dia.

Samsiah petambak lainnya mengatakan petani juga dihadapkan dengan kondisi tambak yang sebagian besar rusak. Diakibatkan derasnya arus air banjir luapan sungai dan dari atas perbukitan. “Lokasi tambak ini kan di dataran rendah,” kata pria empat anak itu.

Banjir kali ini disebut yang terparah. Tidak hanya merendam tambak, juga merendam jalan-jalan desa sehingga sulit dilalui kendaraan. Pantauan koran ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng telah menyiapkan sejumlah perahu karet dan bantuan logistik yang akan disalurkan kepada warga terdampak banjir di Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut. Ratusan rumah termasuk sekolah terendam dengan tinggi air sepinggang orang dewasa. “Kami kirimkan perahu karet karena ada warga yang memerlukan evakuasi. Ini kami koordinasi dengan Badan SAR,” katanya.

Berdasarkan data terakhir BPBD Loteng, yang terdampak mencapai ratusan KK. Sebab, lokasi banjir hampir merata di Kecamatan Pujut, Kecamatan Praya Barat, Kecamatan Praya Timur, dan Kecamatan Janapria. Belum lagi puluhan pohon bertumbangan. “Yang terparah itu ada di Desa Kidang, Praya Timur dan Bangket Parak, Praya Barat,” ucap dia.

Mengenai logistik, telah disalurkan sejak Senin (10/2) malam. Seperti, karpet, terpal, selimut, beras, mie instan dan air minum. “Kita sedang hitung bersama BKAD agar bisa segera dieksekusi untuk pengadaan material sebagai bantuan stimulan,” tambahnya.

Turut dijelaskan, satu korban sedang dilakukan pencarian. Khairul Iwan usia 15 tahun, warga Dusun Pringgarata, Desa Pringgarata, Kecamatan Pringgarata dilaporkan hilang karena terseret arus sungai. “Informasinya korban sedang mandi hujan di tepi sungai bersama temannya, lalu terseret arus,” kata dia.

Melihat arus sungai menuju aliran Sungai Keling, Lombok Barat pihaknya sudah mencoba menuju ke lokasi untuk antisipasi. Namun karena hujan sangat lebat dan arus sungai kencang tidak memungkinkan dilakukan pencarian. “Ini juga kami koordinasi dengan Basarnas,” imbuh Ridwan.

Terpisah, Kepala SAR Mandalika Ahmad Irsan mengatakan, untuk mencapai lokasi Desa Bangket Parak, pihaknya cukup kesulitan. Keterlibatan SAR ke lokasi karena banyak warga yang butuh dievakuasi dengan kondisi sakit parah. “Sehingga dibutuhkan segera untuk dibantu evakuasi melewati banjir, dan kami bawa juga perahu karet,” terangnya.

Sejumlah titik di Desa Kuta Mandalika juga tak luput dari banjir. Selain air, material tanah lumpur dan kerikil turun dari atas bukit ke jalan raya. Selanjutnya kawasan Kuta lama juga terdampak banjir namun masih bisa diakses pengendara dan warga. “Kami hanya imbau warga untuk waspada pada cuaca ekstrem ini,” singkatnya. (ewi/r6)

Editor : Redaksi Lombok Post
#terendam #Sekolah #Arus #BPBD #rumah #udang #evakuasi #Banjir #Vaname #Praya