Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pascakebakaran dan Kubah Bolong, Masyarakat Tetap Salat di Masjid Agung Praya

nur cahaya • Jumat, 14 Februari 2025 | 14:24 WIB

 

NORMAL: Para jamaah tetap beraktivitas menjalankan salat berjamaah di Masjid Agung Praya, Lombok Tengah, Kamis (13/2).
NORMAL: Para jamaah tetap beraktivitas menjalankan salat berjamaah di Masjid Agung Praya, Lombok Tengah, Kamis (13/2).
 

LombokPost-Pasca kebakaran, jamaah tetap menjalankan aktivitas salat berjamaah di Masjid Agung Praya, Lombok Tengah (Loteng).

Dengan kondisi kubah masjid bolong, jamaah salat pada sisi teras bangunan masjid.

InsyaAllah aman-aman saja, jamaah beraktivitas seperti biasa, salat Subuh dan Duhur berjalan seperti biasa,” ucap Kepala Masjid Agung Praya Ridwan Ma'ruf yang dikonfirmasi koran ini, Kamis (13/2).

Dijelaskan, sudah menjadi kegiatan rutin marbot, menyalakan lampu masjid pukul 03.30 Wita.

Tiba-tiba ada suara ledakan disertai percikan api. Saklar pun dimatikan kembali lalu pergi melapor ke instansi terkait.

”Situasi saat ini aman, tidak ada masalah, tidak ada korban jiwa atau pun luka atau cedera. Kerugian juga tidak sampai ratusan juta,” uar kepala pelaksana BPBD Loteng ini.

Kebakaran terpusat di kubah Masjid Agung Praya, Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya, Loteng pada Kamis (13/2) pukul 03.30 Wita.

Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Loteng bergerak cepat setelah menerima laporan.

”Setelah dibersihkan, selama tidak hujan, masjid masih bisa dipakai untuk salat berjamaah,” cetusnya.

Supardan menjelaskan, pihaknya segera merespons laporan kebakaran dengan mengerahkan dua unit armada pemadam serta 14 personel dari Regu 3.

“Begitu mendapat laporan, kami langsung mempersiapkan peralatan dan berangkat ke lokasi. Tim tiba pukul 03.37 Wita dan segera melakukan pemadaman. Berkat kerja sama yang sigap, api berhasil dikendalikan dalam waktu 30 menit,” jelas dia.

Tim Damkartan memastikan bahwa api tidak lagi berpotensi menyala kembali sebelum meninggalkan lokasi pada pukul 04.06 Wita dan tiba kembali di Markas Damkar pukul 04.09 Wita.

”Marbot masjid hendak menyalakan ruang dalam masjid, namun karena plafon bocor diduga mengganggu arus listrik dan meledak,” cetusnya.

Ia pun mengimbau seluruh masyarakat lebih berhati-hati terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama yang disebabkan oleh arus pendek listrik.

”Pastikan instalasi listrik dalam kondisi baik dan gunakan perangkat listrik sesuai standar keamanan,” pungkasnya. (ewi/r6)

Editor : Kimda Farida
#lokasi #Loteng #bangunan #masjid #plafon #Kebakaran #perangkat #kubah