Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Waduh, Anggaran Perbaikan Jalan di Lombok Tengah Terpangkas Rp 59 Miliar

Lestari Dewi • Jumat, 21 Februari 2025 | 14:11 WIB
PAKAI DANA DESA: Pengendara motor hendak melintasi jalan rusak di Dusun Pemoles, Desa Batu Jangkih, Kecamatan Praya Barat Daya, Loteng, belum lama ini.
PAKAI DANA DESA: Pengendara motor hendak melintasi jalan rusak di Dusun Pemoles, Desa Batu Jangkih, Kecamatan Praya Barat Daya, Loteng, belum lama ini.

LombokPost-Dampak kebijakan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 membuat Rp 59 miliar anggaran untuk perbaikan jalan di Lombok Tengah (Loteng) terpangkas tahun ini. Dari jumlah ini, sebesar Rp 8,4 miliar yang bersumber pada Dana Alokasi Umum (DAU) diperuntukkan memperbaiki 14 ruas jalan. Sisanya adalah Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diperuntukkan memperbaiki saluran irigasi dan jalan.

“Ini dipangkas pusat yang dialihkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ungkap Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Lombok Tengah (Loteng) Taufikurrahman Puanote pada koran ini, Kamis (20/2).

Sebab itu, dengan kondisi efisiensi ini dan dihadapkan pada masih adanya warga sakit yang ditandu lantaran jalan desa rusak ia mengaku prihatin. Jalan rusak di Dusun Pemoles, Desa Batu Jangkih, Kecamatan Praya Barat Daya disebut bukan satu-satunya di Loteng. Tetapi, pemerintah daerah (pemda) Loteng terus berupaya memperbaiki jalan-jalan rusak.

“Saat ini masih ada 20 persen jalan di Loteng yang belum mantap, sementara jalan Pemoles masuk dalam jalan non status. Artinya, secara administratif keuangan pemda harus selesaikan lebih dulu sisa 20 persen jalan belum mantap ini,” terangnya.

“Setelah tuntas 20 persen, barulah kita selesaikan yang jalan-jalan non status,” sambung Arman akrab disapa.

Ia menekankan, pemda bukan bermaksud mengabaikan kondisi jalan rusak yang merugikan masyarakat. Sebab satu sisi, dampak efisiensi anggaran cukup banyak ruas-ruas jalan yang diperbaiki tahun ini menjadi terpangkas. Menurutnya, perbaikan jalan desa bisa menggunakan sumber pendanaan lain yaitu Dana Desa.

“Kita harapkan desa juga bisa anggarkan dari dana desanya, apalagi ini kan status jalan desa,” cetus mantan kepala Dinas Pertanian Loteng itu.

Sebagai bentuk dukungan pemda, kata dia, telah membangun jembatan penghubung di lokasi jalan Pemoles. Artinya, pihak desa tinggal melanjutkan memperbaiki jalannya.

“Kalau mengandalkan (pemda Loteng, red) ya tunggu gilirannya. Selesaikan jalan status baru kemudian non status,” tutup Arman.

Sebelumnya, seorang warga Pemoles bernama Sarni usia 50 tahun digotong warga saat melintasi jalan rusak sepanjang dua kilometer (Km). Jalan tanah bebatuan itu sulit dilintasi motor maupun mobil.

“Kami terpaksa menandu karena tidak bisa angkut warga pakai mobil maupun motor,” ungkap Khairul Anwar warga Pemoles.

Saking parahnya kondisi jalan, warga menyebutnya jalan tengkorak sebab didominasi bebatuan. Pengalaman menggotong warga ternyata bukan yang pertama. Warga juga pernah menggotong ibu hamil yang hendak melahirkan hingga pemulangan jenazah warga terpaksa digotong karena jalan rusak.

“Kami berharap tidak ada lagi warga kami yang digotong-gotong,” tutup dia. (ewi)

Editor : Rury Anjas Andita
#Lombok Tengah #inpres 1 tahun 2025 #Perbaikan Jalan #BKAD #Anggaran #Terpangkas