LombokPost-DPRD Lombok Tengah (Loteng) mewanti-wanti Pemda Loteng agar menggali sumber pendapatan lain. Sehingga ketika terjadi refocussing anggaran seperti ini, daerah tidak kelimpungan dan rakyat tidak menjadi korban janji-janji manis. “Untuk lebih banyak berfikir dan menggali sumber-sumber uang itu dari mana saja. Kalau hanya mengandalkan transfer pusat terus ya kayak begini kejadiannya,” sindir Anggota DPRD Loteng Ahmad Syamsul Hadi, Minggu (9/3).
Pekan lalu terjadi aksi protes warga yang menyulap jalan kabupaten rusak ditanami pohon pisang dan padi. Aksi warga dari Dusun Olor Agung, Desa Labulia ini pun viral di media sosial.
Menurutnya, arah pembangunan Gumi Tastura kedepannya harus lebih tersistematis, terstruktur. Program mana saja yang prioritas dan tidak. “Mana pembangunan yang harus dimajukan, ya itu dong yang mesti diperhatikan. Misal, pembangunan fisik, pembangunan infrastruktur, sumber daya manusia itu kan penting,” kata anggota Komisi 1 DPRD Loteng ini.
Ketua Fraksi NasDem ini pun mempertanyakan, soal kemantapan jalan sisa 20 persen mana saja yang menjadi prioritas perbaikannya. Begitu pun dengan taman-taman yang masih banya belum dapat sentuhan. “Jalan mana yang jadi prioritas, taman juga Taman Biao mangkrak begitu, Taman Muhajirin juga bermasalah. Artinya jika punYa visi misi dan rencana kerja harus dipikirkan bersama bapperida,” cetusnya.
Terpisah, Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Loteng Lalu Wiranata mengatakan, pemda segera melaksanakan pra musyawarah rencana pembanguna (pra musrenbang). Ini untuk menyerap aspirasi masyarakat.
Langkah ini menjadi salah satu acuan pemda dalam menelurkan program kegiatan yang dilaksanakan setiap tahunnya. Guna menentukan program yang akan diajukan oleh pemerintah kecamatan. “Jadi dalam pramusrenbang ini program skala prioritas diajukan masing-masing desa, kemudian disesuaikan lagi dengan program yang akan dijalankan pemda yang tercantum dalam draf RPJP, RPJMD, dan RKPD,” jelasnya.
Setelah menghasilkan program skala prioritas yang diajukan masing-masing desa, dilanjutkan dengan musrenbang kecamatan yang digelar tanggal 10-13 Maret ini. Pada musrenbang ini akan dilakukan sinkronisasi ajuan skala prioritas dengan program yang akan dijalankan masing-masing dinas dan instansi. (ewi/r6)
Editor : Rury Anjas Andita