Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Menu Selama Ramadan, Roti, Sereal, hingga Kurma, Disindir Netizen Dapur MBG Janji Berbenah

nur cahaya • Rabu, 12 Maret 2025 | 14:25 WIB

 

PENUH SYUKUR: Para murid kelas I di SDN 2 Bodak, Desa Montong Terep, Kecamatan Praya, Loteng antusias mendapat paket MBG selama Ramadan, Selasa (11/3).
PENUH SYUKUR: Para murid kelas I di SDN 2 Bodak, Desa Montong Terep, Kecamatan Praya, Loteng antusias mendapat paket MBG selama Ramadan, Selasa (11/3).
 

 

LombokPost-Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Tengah (Loteng) selama bulan Ramadan menggunakan makanan yang tahan lama. Mulai dari telur rebus, sereal instan, kurma, hingga roti yang dapat dibawa pulang untuk berbuka puasa.

Pantauan Lombok Post, suasana pembagian paket MBG bagi para siswa di SDN 2 Bodak, Desa Montong Terep, Kecamatan Praya berjalan lancar. Meski menu MBG berubah dan tampak sederhana, para siswa merasa senang. “Senang, nanti saya makan di rumah saat berbuka puasa,” ungkap Zahra salah satu murid yang turut berpuasa, Selasa (11/3).

Husnan, guru setempat menuturkan, selama bulan puasa paket makanan MBG memang diubah menjadi makanan yang tahan lama. Sehingga lebih praktis. “Menunya berbeda setiap hari,” ungkapnya.

Keberadaan program MBG, dikatakan Husnan mendapat respons positif sekolah. Sebab membantu pemenuhan gizi bagi para murid terutama yang kurang mampu. “Kami akui kemampuan warga di sekitar sekolah ini masih rendah, sehingga sangat berharap program ini bisa terus berjalan dan membuat anak-anak bergairah bersekolah,” ucap dia.

Sejak program ini berjalan angka masuk sekolah anak bertambah. Sebab jika tidak bersekolah, maka mereka tidak akan mendapat paket MBG. Pun dalam bersosialisasi dengan teman sebayanya bisa saling berkolaborasi dan saling berbagi.

Lombok Post lantas memantau Dapur Umum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) UD Anisa Catering di Dusun Bodak, Desa Montong Terep. Karyawan SPPG setempat Wulandari menuturkan, perubahan menu MBG selama Ramadan sudah diperhitungkan nilai kalori dan proteinnya.

Perubahan menu ini diakui sempat dikomplain netizen melalui berbagai media sosial. Bahkan dianggap tidak sesuai dengan nominal dari nilai paket MBG tersebut. “Hal itu akan menjadi evaluasi bagi kami, namun yang jelas nilai gizi, kalori dan proteinnya sudah tercukupi bagi anak-anak sekolah,” beber dia.

Wulan menjelaskan, Badan Gizi Nasional (BGN) sudah menetapkan harga paket MBG per porsi per anak. Untuk anak tingkat TK hingga SD kelas III paket MBG senilai Rp 8 ribu per porsi. Sedangkan anak SD kelas IV, V, VI, SMP dan SMA paket MBG senilai Rp 10 ribu per porsi. “Siklus menunya pun kami ganti tiap hari,” cetus Wulan.

Menyoal inovasi dalam hal kemasan makanan selama Ramadan ini, pihaknya menggunakan kantong sebagai kemasan baru dalam pendistribusian makanan bagi 3.158 anak. Kantong tersebut harus dibawa kembali keesokan harinya untuk ditukar dengan kantong baru yang berisikan makanan. “Mekanisme ini tidak hanya mengurangi sampah tetapi juga melatih kedisiplinan siswa,” kata dia.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Loteng Lalu Idham Khalid mengatakan, menu paket MBG selama bulan puasa ini diserahkan sepenuhnya kepada delapan dapur penyalur di Loteng. “Bisa berupa takjil atau makanan instan yang bisa dibawa pulang anak-anak,” singkatnya. (ewi/r6)

Editor : Pujo Nugroho
#ramadan #Takjil #kedisiplinan #Loteng #Mbg #Sekolah #mekanisme #program #makanan #siswa