Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pengurus Koni Loteng Hasil Musorkab Segera Dilantik

Lestari Dewi • Selasa, 25 Maret 2025 | 12:48 WIB
Husnanidiaty Nurdin
Husnanidiaty Nurdin

Lombok Post-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB memastikan bakal hanya melakukan pelantikan dan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pengurus terhadap kepengurusan KONI Lombok Tengah (Loteng) periode 2025-2029 yang dinahkodai Lalu Frman Wijaya.

Ini berdasarkan hasil Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) di Illira Hotel, Loteng, Kamis (20/3) lalu.

“Kami hanya akan melakukan pelantikan dan menyerahkan SK kepengurusan berdasarkan hasil Musorkab KONI Lombok tanggal 20 Maret lalu,” tegas Wakil Ketua KONI NTB Bidang Organisasi Husnanidiaty Nurdin pada wartawan, Senin (24/3).

Eny akrab disapa menegaskan, pihaknya tidak mempunyai kepentingan apapun terhadap siapa yang menjadi ketua umum KONI Loteng.

Hal yang penting bagi Eny, Musorkab ini merupakan rangkaian keputusan yang dilakukan dengan prosedur yang sudah benar.

“Kan, pemerintah daerah (Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri, red) juga sudah mengakui. Nah itu yang paling penting. Kami sangat mendukung apabila sudah didukung oleh pemerintah daerah, apalagi (kita) gitu loh? Bupati dukung, apalagi (kita) gitu lo,” jelas Eny.

Ia menyebutkan, KONI NTB sangat mengapresiasi bahwa musyawarah sudah terlaksana sesuai dengan jadwal.

Dimana mereka telah menyelesaikan kepengurusan tepat pada waktunya.

“Karena biasanya kan yang namanya musyawarah kadang-kadang ada yang sampai mundur (jadwalnya), nah ini pas tepat pada waktunya. Jadi bagus sudah,” bebernya.

Eny menegaskan, pada AD/ART KONI telah diatur proses rangkaian menuju Musorkab. Sehingga apa yang dilakukan oleh panitia Musorkab KONI Loteng sudah sesuai dengan AD/ART.

“Cuma kan maaf kata, yang kami agak bingung dengan itu (Ketua KONI Loteng yang lama Samsul Qomar, red), setelah selesai musyawarah kabupaten, kok tidak menandatangani hasilnya. Padahal kedaulatan itu ada ditangan anggota. Anggota itu siapa? Cabor-cabor itukan,” sindir Eny.

Ia pun bertanya-tanya, soal ketua umum KONI Loteng sebelumnya tidak menandatangani hasil Rakerkab maupun Musorkab. 

Menurut Eny, yang disebut dengan KONI adalah kolektif kolegial tidak hanya ketua umum sendiri, namun pengurus KONI berkewajiban melakukan musyawarah olahraga sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan.

Artinya, kepengurusan KONI Loteng tahun 2021-2025 dipastikan sudah selesai atau demisioner sejak terpilihnya Lalu Firman Wijaya secara aklamasi. 

“Oh sudah selesai (demisioner) kepengurusan 2021-2025. Sudah tidak lagi, sekarang yang ketua KONI ya Lalu Firman Wijaya yang diminta untuk membentuk kepengurusannya tahun 2025-2029,” terang mantan kepala DP3AP2KB NTB ini.

Eny berharap, agar KONI Loteng ke depan mendukung penuh dan mempersiapkan diri untuk PORPROV dan PON 2028.

Menurut Eny, Lalu Firman Wijaya sudah menyampaikan banyak sekali langkah-langkah yang dilakukan bersama cabor. 

Bahkan sudah mendengar secara langsung dan utuh penyampaian visi misinya.

“Bayangkan 35 cabor yang hadir dalam pemilihan dari 39 cabor yang ada. Kita dari provinsi mau ngomong apa? Sudah kuorum karena yang punya hak suara kan teman-teman cabor,” tutup dia. (ewi)

Editor : Kimda Farida