---------------------------------------
“LAHIR di Lombok pak,” kata Ketua Umum PSSI Eric Thohir pada Presiden Prabowo, kala mengenalkan Emil Audero Mulyadi.
“Oh ya,” kata Prabowo tampak terkejut sambil menyalami penjaga gawang berdarah Lombok Tengah itu.
Momen tersebut terjadi saat presiden menyapa para pemain Timnas Indonesia.
Emil memang telah resmi menjadi bagian dari timnas Indonesia. Penjaga gawang itu sebelumnya merampungkan proses sumpah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Roma, Italia, pada Senin (10/3) lalu.
Kehadiran Emil di timnas Indonesia tidak hanya diharapkan mampu menambah kekuatan di sektor penjaga gawang. Namun memberikan rasa kebanggaan bagi warga Praya, Lombok Tengah (Loteng). Betapa tidak, kiper kelahiran 18 Januari 1997 itu pernah beberapa tahun menghabiskan masa kecil di Gumi Tatas Tuhu Trasna.
Syukur, salah satu tetangga Lalu Edi Mulyadi, bapak kandung Emil Audero mengungkapkan perasaan gembiranya. Usai berbuka puasa, duduk santai pada sebuah bangku, ditemani secangkir gelas kopi hitam, Syukur mengenang pengalaman singkatnya bersama Emil kecil.
Yang paling diingat, ketika satu momen Emil yang mulai menetap di Italia datang berlibur ke Lombok. Emil kecil pernah ia ajak iseng bermain sepak bola, dengan posisi menjadi penjaga gawang. “Waktu kecil di lapangan voli di sana (Kauman, Red) itu dia minta-minta jadi penjaga gawang dan saya yang menendang bolanya. Maunya jadi posisi kiper saja, tidak mau yang lain,” katanya terbahak-bahak.
Pria usia 65 tahun ini mengaku tidak menyangka, sosok Emil kini menjadi salah satu punggawa timnas Indonesia. Ia sendiri tak memiliki firasat apa pun. Namun Syukur mengaku bangga, “pernah bermain bola” bersama kiper timnas di masa kecilnya. “Tidak sangka dan tidak ada firasat apa-apa, apalagi menjadi pemain sepakbola nasional dan dikenal dunia,” ungkapnya.
Emil Audero sangat sering mengunjungi ayahnya pada momen-momen libur. “Sering dia (pulang, Red), setiap tahun dia,” beber Syukur.
Sri Handayani, masyarakat Lombok Tengah lainnya ikut berbangga. Walau belum pernah bertemu langsung, namun dari sisi keluarga besar Puyung asal sang bapak Edy Mulyadi cukup dikenal. “Tentunya bangga sebagai keluarga besar, ada pemain bola asalnya dari Lombok khususnya Lombok Tengah,” cetusnya.
Rasa bangga juga datang dari Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng Lalu Firman Wijaya. Apalagi dalam perjalanan karirnya, Emil berkompetisi di Liga Italia, salah satu liga paling kompetitif di dunia.
Ia pun berniat menjadwalkan pemerintah daerah bisa bertemu dengan keluarga Emil. “Sama bapaknya kenal, tapi nanti kita komunikasikan dulu (bertemu, red),” singkatnya.
Kini masyarakat Lombok Tengah tampaknya tinggal menunggu satu momen lagi. Momen kala Emil diturunkan, menjalani laga debutnya bersama skuad merah putih. (LESTARI DEWI/r6)
Editor : Redaksi Lombok Post