LombokPost-Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Tengah (Loteng) mencatat hasil produksi padi pada musim tanam pertama (MT1) Januari-April 2025 mencapai 237.460 ton Gabah Kering Giling (GKG). “Ini menunjukkan produksi beras, gabah di petani cukup bagus. Kami pun berterima kasih pada pemerintah pusat,” ungkap Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri usai menghadiri kegiatan panen raya di Desa Teruwai, Kecamatan Pujut, Loteng, Senin (7/4).
Ia menuturkan, luas lahan pertanian padi mencapai 52.469 hektare di Loteng. Ini menjadikan Loteng sebagai salah satu lumbung pangan nasional dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia. “Luas panen Januari sampai dengan hari ini April 42.867 Ha dengan total produksi capai 237.460 Ton GKG. Sementara target serapan gabah setara beras oleh Bulog sampai dengan April baru mencapai 61.000 Ton,” jelas Pathul.
Adapun total lahan pertanian di Desa Teruwai 300 Ha. Setelah dilakukan ubinan maka diperoleh serapan gabah sebanyak 9-9,5 Ton per satu Ha. Pihaknya bersyukur, surplus beras semakin baik termasuk pula peran dari pemerintah pusat dalam program ketahanan pangan nasional. “Kita berhasil surplus ratusan ribu ton. Sekitar 120 ribu ton. Kalau soal beberapa Gapoktan yang terdampak cuaca ekstrem, maka sebelumnya kami mempelajari jadwal tanam maka disana melekat fungsi PPL tani,” ucap politisi Gerindra ini.
Pathul menerangkan, pihaknya telah melakukan rapat dengan jajaran OPD dan Bulog. Membicarakan cara memenuhi target serapan Bulog terhadap gabah petani di Gumi Tastura. “Kebutuhan target penyerapan hasil tani kita sebanyak 60 ton, dengan harga gabah yang saat ini naik Rp 6.500 per kilogram maka ini harus tepuk tangan. Dan kita sudah kirim beras melalui Bali hingga pulau Jawa karena surplus. Itu sebab Lombok Tengah disebut sebagai penyangga pangan nasional,” terangnya.
Guna meningkatkan produksi padi, Loteng sedang mencoba varietas baru bernama Gamagora (Gajah Mada Gogo Rancah). Saat ini sedang ditanam di lahan seluas 25 Ha di Desa Pengembur, Kecamatan Pujut. “Desa ini dulu awal mula menanam padi gogorancah, sekarang kita coba Gamagora,” cetus Pathul.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian (Distan) Loteng Zainal Arifin menambahkan, hasil produksi Januari-April 2025 mencapai 237.460 ton GKG setara dengan 135.245 ton beras. Sementara kebutuhan beras masyarakat Loteng dalam empat bulan terakhir mencapai 44.483 ton. “Sehingga produksi beras kita pada MT1 ini mengalami surplus sebanyak 90.762 ton untuk periode Mei dan seterusnya. Jika dibandingkan MT1 tahun lalu, hasil tahun ini lebih tinggi,” tambahnya.
Dalam panen raya, bupati berkesempatan menggunakan alat mesin pertanian modern. Seperti Combine Harvester untuk panen dan Rice Transplanter untuk penanaman padi.
Pemanfaatan alat ini menggambarkan komitmen daerah dalam menerapkan mekanisasi pertanian guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Pada kesempatan itu, bupati juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada para petani dalam membantu produktivitas tanaman padi menuju swasembada pangan. (ewi/r6)
Editor : Prihadi Zoldic