Nama M Zaenuri Hamka cukup dikenal di kalangan perajin anyaman bambu di Lombok Tengah. Dia sudah bergelut di dunia usaha kerajinan selama 25 tahun.
------------------------------------------
SEPEREMPAT abad mempertahankan usaha kerajinan anyaman bambu tidaklah mudah.
Pasang surut dan asam garam telah banyak dilalui M Zaenuri Hamka, salah satu perajin kriya atau anyaman bambu yang cukup dikenal seantero Gumi Tatas Tuhu Trasna.
Pada koran ini, pendiri Purnama Artshop yang berlokasi di Leneng, Kecamatan Praya, itu membagikan kiat-kiat suksesnya. Dalam mempertahankan kerajinan anyaman, bagi Zaenuri terletak pada niat dan hilangkan rasa bosan.
Artinya, sebagai perajin harus terus berinovasi dalam menciptakan karya-karya baru. Agar kerajinan anyaman tetap bisa eksis, baik di pasar lokal maupun mancanegara.
“Saya berharap kepada teman-teman perajin, baik yang baru atau pun sudah lama untuk tetap berinovasi, tidak bosan dan jangan cepat berpuas diri dengan hasil kerajinan yang telah dibuat sekarang,” ungkapnya.
Selain itu, perajin wajib menjaga kualitas produk dan mengembangkan keterampilannya.
Caranya, produk kerajinan harus secara rutin dibersihkan agar awet. Simpan di tempat kering dan terhindar dari kelembaban. Jauhkan dari sumber panas agar tidak merusak serat.
“Mengetahui teknik produksi yang sesuai dengan jenis kerajinan. Menggunakan bahan baku dengan tepat. Standarisasi produk dan kontrol kualitas,” ucapnya.
Bergelut di bidang kerajina kriya seperti ini, bagi Zaenuri turut melestarikan budaya.
Agar tetap lestari, ia pun getol membina dan melatih generasi muda agar mau melanjutkan usaha kerajinan anyaman.
“Sering-sering mengikuti pameran dalam rangka promosi serta perluas jaringan pemasaran,” beber Zaenuri.
Untuk memperluas pemasaran ini, suami dari Muliani itu menegaskan, perajin tidak berpuas diri dengan pelanggan yang sudah ada.
Ia pun dengan tangan terbuka mengajak para perajin untuk bersama-sama membangun jaringan lebih luas.
“Ibarat mati satu tumbuh seribu, perluas jaringan pelanggan dan teknik pemasaran. Apalagi Loteng dikenal sebagai penghasil produk kerajinan lokal yang paling lengkap,” terangnya.
Dalam mengembangkan keterampilan, perajin jangan segan-segan meminta bantuan pemerintah daerah agar mendapatkan dukungan positif.
Seperti dukungan pembinaan berupa bantuan peralatan untuk memudahkan proses produksi, pelatihan dan dilibatkan dalam berbagai pameran.
“Banyak hal yang kita dapatkan dari pembinaan pemerintah daerah dalam mendorong inovasi dan keterampilan kita sebagai perajin kriya dan lainnya,” tutup Zaenuri. (LESTARI DEWI/r6)
Editor : Kimda Farida