Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Menikmati Wisata Petik Melon Golden di Gerunung, Manfaatkan Digitalisasi Wujudkan Smart Farming Sistem

nur cahaya • Jumat, 11 April 2025 | 16:30 WIB

 

WISATA KOTA: Joni Milian Hakim menunjukkan buah melon golden yang dipanen pada greenhouse miliknya di Gerunung, Praya, Lombok Tengah, Kamis (10/4).
WISATA KOTA: Joni Milian Hakim menunjukkan buah melon golden yang dipanen pada greenhouse miliknya di Gerunung, Praya, Lombok Tengah, Kamis (10/4).
 

Wisata petik melon di Gerunung, Praya, Lombok Tengah menjadi buah bibir.

Berat buah yang mencapai dua kilogram dengan tingkat kemanisan hingga 13 brix sukses dirawat Joni Milian Hakim pada greenhouse miliknya.

----------------------------------------

TEPAT berada di belakang area Balai Benih Ikan Air Tawar Gerunung, Praya sebuah jalan setapak yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua coba ini telusuri.

Ini adalah lokasi greenhouse wisata petik buah golden melon yang ramai diperbincangkan di dunia maya.

Pemiliknya Joni Milian Hakim yang tergabung dalam Kelompok Tani Tunas Harapan. Luas lahan greenhouse tiga are itu berlokasi di Kelurahan Gerunung, Praya, Lombok Tengah (Loteng).

Buah melon varietas inthana itu memiliki berat buah kisaran 1,2-2 kilogram (Kg).

“Dengan hasil tes brix (satuan untuk mengukur kadar gula dalam cairan, Red) tingkat kemanisannya antara 10-13 brix,” ucap Joni disela-sela kegiatan wisata petik golden melon, Kamis (10/4).

Joni sudah lama bergelut di bidang pertanian dengan menanam buah golden melon yang tinggi peminat.

Ia juga pernah mencoba menanam buah golden melon dengan sistem tradisional atau hamparan.

Namun karena memiliki risiko dengan serangan hama sangat tinggi, dirinya mencoba menanam buah golden melon di dalam greenhouse dengan sistem digitalisasi.

“Tanam di greenhouse ini baru pertama, walau jumlah produksi sama dengan hamparan tetapi kualitas buahnya sangat berbeda,” ungkapnya.

Photo
Photo

Ayah dari dua anak itu mengatakan, nyaris tidak ada kendala membudidayakan buah melon di dalam greenhouse.

Terlebih sistem yang dipakai digitalisasi dengan tujuan mewujudkan Smart Farming System.

“Kita tidak perlu repot-repot berikan nutrisi secara manual, cukup melalui tablet kita bisa atur jadwal pemberian nutrisi, pemupukan, penyiraman dan sebagainya. Yang mana semua terhubung pipa-pipa kecil,” kata mantan pegawai lingkup Pemda Loteng itu.

Sejak dibuka menjadi wisata petik buah melon, tempatnya cukup banyak dikunjungi masyarakat.

Lantaran mereka bisa memilih dan memetik sendiri buah melon yang diinginkan.

Pengunjung juga bisa langsung menikmati buah melon segar yang baru dipetik.

“Per kilonya kami banderol Rp 20 ribu, setelah mereka petik, makan di sini, selanjutnya bawa pulang buah melonnya,” terang pria asal Aikmual ini.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian (Distan) Loteng Zainal Arifin mengatakan, antusias petani menanam buah melon mencapai 80 hektare di Gumi Tastura.

Namun untuk yang menerapkan Smart Farm System baru ada empat kelompok tani. Yaitu di Gerunung, Jurang Jaler, Tanak Beaq dan Wajegeseng.

“Ini sangat efisien dan efektif karena kita tidak khawatir dengan cuaca karena bisa ditanam kapan pun dan di mana pun,” singkatnya. (Lestari Dewi/r6)

Editor : Kimda Farida
#kelompok #Golden #Melon #wisata #pegawai #Praya #tradisional