Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bertambah, Korban Kecelakaan Maut Mobil Pikap di Lombok Tengah jadi 5 Orang

Lestari Dewi • Rabu, 23 April 2025 | 00:02 WIB
Kasat Lantas Polres Loteng AKP Puteh Renaldi
Kasat Lantas Polres Loteng AKP Puteh Renaldi

Lombok Post-Korban meninggal dunia akibat kecelakaan maut mobil pikap usai Nyongkolan bertambah menjadi lima orang dari total 21 orang rombongan. Korban terbaru berinisial LH usia 22 tahun sempat dirawat dalam kondisi kritis di RSUD Praya.

“Dirawat selama satu hari dua malam, kondisi sempat kritis dan meninggal,” ucap Kasat Lantas Polres Loteng AKP Puteh Rinaldi, Selasa (22/4).

Ini diketahui setelah pihaknya mendapatkan informasi kepaten. Bahwa korban dinyatakan meninggal dunia Selasa (22/4). LH merupakan gadis asal Desa Bunut Baok, Kecamatan Praya, yang ikut sebagai penumpang dalam mobil pikap saat kecelakaan terjadi.

Puteh memastikan, total korban jiwa dalam kecelakaan tersebut kini menjadi lima orang. Sementara itu, sepuluh orang lainnya masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit. 

“Yang masih dirawat itu, ada yang di RSUD Praya, RSI Yatofa, dan ada juga yang di RSUD Provinsi NTB,” jelasnya.

Adapun sang sopir mobil pikap Supriadi (30 tahun) yang mengalami kecelakaan, kata Puteh, dinyatakan selamat. Sopir masih dirawat intensif di RSUD Praya. Sehingga polisi belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap sopir mobil pikap Daihatsu Gran Max itu.

“Belum bisa kami mintai keterangan, masih dirawat,” ujar Puteh.

Puteh menambahkan, pada kasus kecelakaan ini sebanyak enam orang korban telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang. Kasus kecelakaan ini masih dalam penyelidikan Polres Loteng.

Sebagai informasi, kecelakaan tunggal mobil pikap Daihatsu Grand Max dengan nomor polisi DR 8377 SK itu terjadi di Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Loteng atau tepat di depan SMPN 5 Barabal, Minggu (20/4) pukul 19.20 Wita. Lakalantas out of control ini mengakibatkan empat orang tewas dan lainnya luka-luka. Kini bertambah menjadi lima orang.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sopir pikap kehilangan kendali dari arah utara menuju arah selatan. Di depan lokasi sekolah, sopir banting setir ke kanan dan menabrak pembatas parit atau selokan.

“Kendaraan pun melintang sehingga semua penumpang di bak terbuka terjatuh,” tutup Puteh. (ewi)

 

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#Lombok Tengah #mobil pikap #Polres Loteng #satlantas #korban meninggal dunia #Kecelakaan