Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dishub Lombok Tengah Pertimbangkan Penggunaan Bus Sekolah untuk Angkut Pelajar

Lestari Dewi • Sabtu, 3 Mei 2025 | 16:05 WIB
Lalu Herdan
Lalu Herdan

Lombok Post-Masih maraknya angkut penumpang menggunakan mobil bak terbuka atau pikap turut menjadi perhatian Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Tengah (Loteng).

Mengingat banyaknya kasus kecelakaan lalu lintas akibat kelebihan muatan orang pada mobil pikap ini.

Sementara untuk menghidupkan kembali angkutan umum dirasa cukup sulit dilakukan. Lantaran sebagian besar masyarakat sudah memiliki kendaraan pribadi.

Baik roda dua maupun roda empat. Sisi lain, keberadaan angkutan umum pun kian lama tergerus termasuk di Gumi Tatas Tuhu Trasna.

“Jumlah angkutan umum yang melayani antar kabupaten pun sudah sangat sedikit, di Loteng pun hanya ada tiga rute angkutan desa yang masih aktif. Yaitu, Renteng-Kuta, Renteng-Mujur dan Renteng-Selong Belanak. Selebihnya tidak ada lagi,” ucap Kepala Dishub Loteng Lalu Herdan pada wartawan, Jumat (2/5).

Tergerusnya jumlah angkutan umum di kabupaten, kata dia, disebabkan oleh masyarakat dan penyedia itu sendiri.

Di mana-mana dapat dilihat setiap rumah dengan jumlah anggota keluarga empat orang, hampir memiliki moda angkutan pribadi.

“Terlihat dari kepemilikan kendaraan pribadi sudah sangat besar,” cetusnya.

Dari segi penyedia, terjadi hukum ekonomi penawaran-permintaan.

Pada dasarnya penyedia sangat siap menyediakan angkutan umum, namun setiap beroperasi sehari-hari tidak ada permintaan penumpang.

“Tidak ada penumpang, rugi. Sehingga sedikit demi sedikit mundur, hanya beberapa saja yang bertahan,” kata Herdan.

Pemerintah daerah (pemda) Loteng pun sedang berupaya untuk menggaungkan kembali angkutan umum di daerah.

Jika menggandeng pihak swasta dirasa masih cukup sulit karena persoalan permintaan. Sehingga pihaknya mencari solusi melalui angkutan sekolah atau bus sekolah.

“Ini juga nantinya sebagai percobaan saja, sekitar tiga bulan. Kami akan coba setelah tahun ajaran baru,” katanya.

Percobaan bus sekolah ini, lanjut Herdan, dilakukan di sekitar Kota Praya seperti lingkungan Biao dan Muhajirin.

Sebagai upaya mengurangi anak-anak sekolah membawa kendaraan pribadi yang belum memenuhi syarat berkendara.

“Mereka ini kan belum punya SIM, untuk tekan angka kecelakaan lalu lintas dan pelanggaran, kita gaungkan lagi,” terang Herdan.

Mantan humas Pemda Loteng ini mengaku, dinas memiliki lima unit mobil Hiace yang bisa digunkanan sebagai bus sekolah.

Nantinya ketika dioperasikan, para siswa tidak perlu membayar biaya antar jemput.

“Kita gratiskan, untuk melihat animo para siswa apakah disambut baik atau seperti apa,” kata dia. (ewi/R6)

Editor : Kimda Farida
#Lombok Tengah #Dinas Perhubungan #Angkutan Umum #bus sekolah