Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Begini Cara ITDC Tarik Investasi di Ajang GT World Challenge Asia 2025

Lestari Dewi • Jumat, 9 Mei 2025 | 08:58 WIB
Puluhan mobil balap jajal lintasan Sirkuit Internasional Mandalika pada ajang GT World Challenge Asia 2025 di Sirkuit Internasional Mandalika.
Puluhan mobil balap jajal lintasan Sirkuit Internasional Mandalika pada ajang GT World Challenge Asia 2025 di Sirkuit Internasional Mandalika.

Lombok Post-Direktur Komersial InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Troy Reza Warokka mengatakan, kehadiran balapan mobil GT World Challenge Asia 2025 memperkuat posisi kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.

Sebanyak 68 gentleman driver yang merupakan orang terkaya di Asia hadir untuk memperebutkan podium pertama Sirkuit Mandalika sepanjang 4,7 kilometer ini.

Bukan hanya sekedar balapan, kehadiran ajang balap prestisius ini telah berhasil menarik investasi. Salah satu pembalap akan membangun luxury garage di Sirkuit Mandalika yang diharapkan penandatangan MoU akan berlangsung akhir pekan ini.

“Seperti yang disampaikan, kita akan melakukan penandatanganan dengan salah satu tim pembalap absolute racing. Kita akan membuat salah satu fasilitas penting di kawasan sirkuit. Artinya berangkat dari kegiatan olahraga, berdampak pada hadirnya investasi baru di Mandalika,” jelas Troy, Kamis (8/5).

Troy mengatakan, faktanya Mandalika adalah destinasi sport tourism kelas dunia dengan kehadiran berbagai balapan motor dan mobil kelas internasional.

“Apa yang dilakukan oleh MGPA dipimpin oleh Pak Andhi beserta tim untuk mencapai di level ini bukan hal yang mudah dan murah. Karena ini tentunya ada homologasi dari FIA dan FIM, ada ketentuan juga dari IMI. Segala ketentuan skala nasional dan internasional itu ditaati dan dijalankan,” beber Troy.

Ia menjelaskan, resiko memiliki sirkuit harus mampu menjalankan balapan motor dan mobil level internasional. Sehingga bagi Troy, destinasi Mandalika merupakan sport tourism terbaik dan satu-satunya di Indonesia.

Namun Troy enggan jemawa. Sebab selanjutnya adalah memikirkan bagaimana memberikan dampak kemakmuran untuk masyarakat lokal.

Keberadaan Sirkuit Mandalika sekarang dan kedepan aktivasinya harus tetap ada, mengingat banyak fasilitas olahraga di Indonesia setelah dibangun sepi dan terbengkalai.

“Ini (Sirkuit Mandalika) sejak MotoGP pertama kali diluncurkan hingga hari ini Alhamdulillah berkat kerjasama dengan MGPA dan para stakeholder terurus," kata dia.

“Aspalnya masih yang terbaik, homologasinya dapat, apresiasi organisasi terkait juga oke, penonton happy, pembalapnya oke, sponsornya juga senang,” sambung Troy.

Product Development Department Head ITDC Desi Rosmawati menerangkan, selama ini ITDC memberikan insentif bebas bea masuk kepada investor termasuk absolute racing team yang bea masuk nol persen termasuk PPn dan PPh. Berarti tidak ada pungutan bea masuk pada saat barang impor memasuki wilayah.

“Kemudian kita skema kerjasama kita karena menawarkan HGB diatas HPL kita sistem sewa. Jadi nanti investor bisa menerbitkan HGB diatas HPL. Jika mengacu UU Agraria kita hanya dapat 30 tahun namun KEK Mandalika bisa sampai 80 tahun,” ucapnya. (ewi)

Editor : Siti Aeny Maryam
#investasi #Lombok Tengah #GT World Challenge Asia 2025 #ITDC #Troy Reza Warokka #Sirkuit Internasional Mandalika