Lombok Post-Direktur Komersial InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Troy Reza Warokka menyebut penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2025 bukan semata menghadirkan tontonan olahraga berkelas internasional. Namun turut mendorong pergerakan roda ekonomi lokal dan mempercepat pengembangan kawasan secara berkelanjutan.
“GT World Challenge Asia 2025 mendorong perputaran ekonomi melalui sektor logistik, transportasi, akomodasi, hingga keterlibatan UMKM lokal,” ungkap Troy pada wartawan usai kunjungan para delegasi Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) di Bukit 360, Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, Sabtu (10/5).
Kegiatan yang kali kedua digelar bersama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) ini, lanjut dia, harus memastikan bagaimana menggaet investor harus dari berbagai lini. ITDC yang mengundang puluhan duta besar itu menginginkan agar mereka bisa lebih dekat melihat peluang investasi yang dapat dikolaborasikan.
“Alhamdulillah kita sudah persentasikan soal Mandalika, hasilnya mendapat respon yang sangat baik. Seperti Tiongkok, Singapura,” kata dia.
Menurut Troy, ini menunjukkan kolaborasi yang dilakukan semua lini itu memberikan hasil yang cukup baik dan maksimal. Dimana penyajian potensi mengenai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sangat luar biasa.
“Terpenting kerja ini melibatkan seluruh stakeholder, kita akan terus bangun banyak kolaborasi, banyak pihak agar Mandalik aini terus tumbuh dan berkembang. Sudah menjadi komitmen kami, dimana berdiri maka harus memberikan dampak positif bagi masyarakat,” terangnya.
Dalam pertemuan itu, Troy menjelaskan kepada para delegasi bahwa daerah cukup banyak memberikan insentif dan banyak kemudahan kepada investor untuk berinvestasi. Kehadiran para delegasi sekaligus mengikis kabar bahwa Indonesia tidak ramah, kotor.
“Namun kenyataannya, kita bisa memberikan rasa aman, nyaman. Ini harus menjadi peluang yang kita ambil dengan baik,” ujar Troy.
Staf Ahli Menteri Luar Negeri Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia di Luar Negeri, Duta Besar R. Heru Hartanto Subolo mengatakan, Indonesia Gastrodiplomacy Series bertujuan mempromosikan Indonesia secara keseluruhan. Serta sudah lima kali digelar diberbagai provinsi dengan partisipan yang berbeda.
“Pintu masuknya adalah gastro atau makanan salah satu tools diplomasi. Tapi pada saat yang sama kita masukan aspek-aspek potensial untuk berkolaborasi antara kedutaan asing dengan stakeholder nasional,” kata dia. (ewi)
Editor : Redaksi Lombok Post