Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cegah Penyebaran PMK, Dinas Pertanian Lombok Tengah Intensif Awasi Penjualan Hewan Kurban

Lestari Dewi • Rabu, 4 Juni 2025 | 16:46 WIB
AWASI PMK: Pekerja sedang memberikan pakan ke sejumlah ekor sapi di dalam kandang di Dusun Lelong, Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Loteng, beberapa waktu lalu.
AWASI PMK: Pekerja sedang memberikan pakan ke sejumlah ekor sapi di dalam kandang di Dusun Lelong, Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Loteng, beberapa waktu lalu.

Lombok Post- Dinas Pertanian (Distan) Lombok Tengah (Loteng) kian intens mengawasi penjualan hewan kurban baik sapi maupun kambing.

Ini upaya sekaligus Dinas Pertanian Lombok Tengah untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK) menjelang perayaan Idul Adha 1446 Hijriah.

“Pemeriksaan dan pengawasan hewan kurban tetap dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) baik sebelum pemotongan maupun setelah pemotongan,” kata Kepala Distan M Karin pada wartawan, Selasa (3/6).

Baca Juga: Tips Jitu Ahmad Syamsir, Rawat Sapi Kurban Milik Presiden Prabowo

Dikatakannya, semua hewan kurban yang dijual di pasar hewan maupun di lapak-lapak pinggir jalan dipastikan bebas dari PMK.

Selain penjualan hewan kurban, dinas juga memeriksa daging kurban sebagai upaya menjamin hewan yang dijadikan kurban bebas PMK atau penyakit lainnya.

Kamrin menuturkan, kabar kembali beredarnya virus PMK yang menyerang hewan ternak nihil, setelah sebelumnya terdampak 16 ekor ternak yang terkena PMK di Kecamatan Pringgarata.

“Ternak yang terkena gejala PMK itu telah ditangani langsung oleh petugas medis kesehatan hewan,” kata mantan kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Loteng itu.

Dikatakan, kondisi belasan ternak yang terjangkit gejala PMK saat ini telah sembuh dan tidak ada yang mati.

Baca Juga: Ada Pungutan Iuran Hewan Kurban, Dinas Kesehatan Lombok Tengah Sebut Itu Tidak Dipaksa

Lantaran telah melakukan pengobatan dan penanganan secara intensif.

“Kasus PMK di Lombok Tengah saat ini nihil,” ujar Kamrin.

Sementara itu, ketersediaan hewan kurban dipastikan tercukupi, karena Loteng menjadi populasi ternak terbesar di NTB.

“Populasi terkait sapi di Lombok Tengah mencapai 100 ribu ekor,” katanya. 

Sebelumnya, belasan ternak sapi milik warga di Dusun Karang Ide I, Desa Bilebante, Kecamatan Pringgarata dikabarkan terjangkit gejala penyakit mulut dan kuku (PMK).

Gejala ini menyerang ternak baik sapi jantan, betina maupun pedet (anak sapi).

Sebelum gejala PMK ini meluas, dinas telah menurunkan waktu untuk memberikan pengobatan dan pemeriksaan secara menyeluruh.

"Tinggal tiga ekor yang belum sehat, dan lainnya sudah mau makan. Yang belum sehat tetap kita berikan pengobatan dan cek lagi besok," ungkapnya.

Baca Juga: Kurban Satu Kambing untuk Sekeluarga, Ini Syaratnya!

Menyinggung asal belasan ekor sapi ini, Kamrin mengatakan, berasal dari luar kabupaten.

Ternak datang untuk menjadi hewan kurban Idu Adha 1446 Hijriah ini.

“Laporan yang saya terima, hewan ternak ini baru dibeli di pasar hewan untuk kurban. Kemungkinan berasal dari wilayah lain yang membawa gejala PMK,” kata dia.

“Tapi Insya Allah untuk antisipasi penyebarannya bisa kita atasi sebelum meluas,” sambungnya.

Kamrin menegaskan, maka telah melakukan pemeriksaan rutin hewan kurban sesuai prosedur operasional standar. Sehingga dipastikan ternak hewan kurban dari Loteng bebas dari PMK.

“Pemeriksaan hewan kurban itu tetap rutin dilaksanakan, baik sebelum dipotong maupun setelah dipotong,” ungkap Kamrin.

Baca Juga: Idul Adha, Pemda Loteng Siapkan Puluhan Hewan Kurban

Guna mengantisipasi penyebaran virus, ia telah menyiapkan petugas di masing-masing kecamatan.

Untuk mengawasi dan mengobati hewan ternak jika ada yang sakit.

“Penyakit ternak itu tetap ada, yang perlu diantisipasi itu menyebabkan virus atau PMK. Warga pasti membeli ternak yang sehat untuk dijadikan kurban,” jelas dia.

Dikatakan, kebutuhan hewan kurban dipastikan terpenuhi karena populasi ternak cukup dan mencapai ratusan ribu ekor.

Ia juga memastikan, harga sapi kurban saat ini mengalami kenaikan bila dibandingkan harga di pasaran sebelumnya.

“Harga hewan kurban itu relatif stabil, meskipun ada kenaikan sekitar sejutaan,” cetus dia.

Baca Juga: Harga Hewan Kurban Versi Baznas

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membeli atau menjual hewan ternak yang sakit untuk dijadikan hewan kurban.

Sebab pemda juga melakukan pengawasan pengiriman ternak sapi yang cukup ketat. ***

Editor : Kimda Farida
#Lombok Tengah #dinas pertanian #PMK #IDUL ADHA #hewan kurban