LombokPost-Sempat tertunda, rencana pengembangan pelabuhan Teluk Awang di Desa Persiapan Awang, Pujut, Lombok Tengah (Loteng) menemui titik terang. Pemerintah pusat merencanakan pengembangan pelabuhan Teluk Awang menggunakan skema pembiayaan asing atau luar negeri.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Loteng Nurjahman mengatakan, rencana pengembangan pelabuhan Teluk Awang akan dimulai tahun 2026. Diawali dengan penyusunan Detail Engineering Design (DED) pelabuhan Teluk Awang dengan fokus pada perluasan area kawasan pelabuhan.
“Untuk rencana pengembangannya sendiri informasi dari pemerintah pusat akan dimulai tahun 2026 setelah penyusunan DED selesai dilakukan. Di mana untuk pembiayaan pengembangannya akan menggunakan pembiayaan dari ADB (Asia Development Bank),” terangnya, Minggu (8/6).
Dalam pengembangan itu, nantinya ada penambahan beberapa fasilitas penunjang pelabuhan. Mengingat, saat ini sejumlah fasilitas penunjang pelabuhan di Teluk Awang banyak yang sudah rusak atau tidak berfungsi lagi. Sehingga perlu dibangun kembali supaya bisa memenuhi standar fasilitas bagi sebuah pelabuhan perikanan.
Nurjahman menyebut, ada sekitar 60 kapal penangkap ikan dengan kapasitas diatas 30 GT (gross ton) yang akan dipindahkan dari Teluk Benoa Bali ke Teluk Awang.
Sehingga butuh penyiapan fasilitas penunjang untuk mendukung operasikan kapal-kapal penangkap ikan yang nantinya akan bersandar di pelabuhan Teluk Awang.
Dia menjelaskan, pelabuhan Teluk Awang sendiri saat ini sudah memiliki tiga dermaga. Dua dermaga untuk kapal nelayan lokal. Satu dermana untuk kapal dengan kapasitas diatas 30 GT.
Artinya, dari sisi fasilitas dermaga, pelabuhan Teluk Awang sudah siap menerima pelimpahan kapal-kapal penangkap ikan dari Teluk Benoa.
Hanya saja, kata dia, kendalanya saat ini soal fasilitas penunjang seperti cold strorage hingga stasiun bahan bakar. Termasuk luasan pelabuhan yang dinilai masih belum memadai.
“Kalau kita di daerah berharap pengembangan pelabuhan Teluk Awang bisa dipercepat. Supaya bisa segera memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah,” harap Nurjahman.
Dia beralasan sudah cukup lama rencana pengembangan pelabuhan Teluk Awang tertunda. “Tapi sekali lagi semua kembali kepada kebijakan pemerintah pusat. Karena kewenangannya ada disana. Kita pemerintah daerah hanya menyesuaikan, jika memang nanti dibutuhkan dukungan pengembangan dari pemerintah daerah,” kata dia.
Sebelumnya, pada bulan Maret lalu Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal berkunjung ke pelabuhan Teluk Awang. Gubernur menyayangkan kondisi pelabuhan yang kurang optimal. Dimana kapal-kapal yang berasal dari luar NTB hanya bersandar dalam waktu singkat. Selain itu fasilitas cold storage hasil tangkapan laut tampak terbengkalai.
“Ini disebabkan harga BBM di Lombok yang lebih mahal dibandingkan denga daerah asal kapal-kapal. Kemudian, belum adanya industri pengolahan hasil tangkapan laut di wilayah ini,” kata Miq Iqbal akrab disapa.
Miq Iqbal berharap, pelabuhan ini dapat dipindahtangankan menjadi aset Pemprov NTB agar pemerintah daerah memiliki kewenangan lebih besar dalam mengelola pelabuhan.
Dengan begitu, optimalisasi pelabuhan dapat dilakukan untuk mendukung sektor perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan setempat.
“Pelabuhan ini bukan milik provinsi, tetapi punya pusat. Saya akan koordinasi dengan pusat, agar bagaimana provinsi bisa memanfaatkan ini dengan semaksimal mungkin,” tutup orang nomor satu di NTB ini. *
Editor : Pujo Nugroho