LombokPost-Belakangan, publik menagih janji Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Iqbal untuk segera memperbaiki sejumlah ruas jalan rusak.
Salah satunya ruas jalan sepanjang Desa Batunyala menuju Desa Sengkol yang bergelombang di Lombok Tengah. Kondisi ini membuat pengendara bermotor harus berhati-hati.
Sehingga publik pun menagih janji Gubernur Nusa Tenggara Barat untuk segera memperbaiki jalan yang berstatus jalan provinsi tersebut.
“Jalan itu kan kewenangan provinsi, termasuk jalan rusak di Pasar Renteng yang rusak sudah kita laporkan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Tengah Lalu Rahadian, Rabu (12/6).
Baca Juga: Gelar Musrenbang Tematik, Lombok Tengah Siapkan Pelayanan Kesehatan Berkelanjutan
Sayangnya pasca dilaporkan, hingga kini belum ada respon positif dari pemprov NTB. Kemungkinan kondisi efisiensi anggaran berdampak pada kuota perbaikan jalan status provinsi di Gumi Tatas Tuhu Trasna.
"Di pasar Renteng misalnya, sudah kita telepon secara khusus (ke provinsi untuk segera diperbaiki, Red) tapi tidak direspon," ucap dia.
Selain persoalan jalan, publik juga pertanyakan perbaikan jembatan putus akibat bencana di Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah. Sayangnya, jembatan itu akan diperbaiki tahun depan. Sebab, tahun ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Tengah hanya bisa memperbaiki satu jembatan.
Baca Juga: Bupati Lombok Tengah Hubungi Keluarga Jamaah Haji yang Meninggal Dunia dari Tanah Suci
“Awalnya (yang akan diperbaiki, red) tahun ini di Dusun Dahe, Desa Mujur, ternyata bukan. Ada dua jembatan yang akan diperbaiki, tapi Dusun Dahe diperbaiki tahun depan,” ungkap dia.
Perbaikan jembatan putus di Desa Mujur itu akan diperbaiki menggunakan APBD murni tahun 2026. Sayangnya, dia belum bisa menyebut berapa besaran anggaran yang akan digelontorkan untuk memperbaiki jembatan yang menghubung tida dusun tersebut.
“Karena nanti kan perlu dibahas lagi, yang jelas (gunakan APBD) murni. Karena kita akan buat desain jembatannya lebih kokoh dan bagus lagi, mengingat jembatan itu melintasi sungai besar,” tambah dia.
Penyebab berkurangnya jatah perbaikan jembatan ini, diakui Rahadian akibat efisiensi anggaran.
Disamping itu, pemkab Loteng sedang lakukan pembahasan anggaran baru kemudian terjadi jembatan putus akibat bencana.
“Banyak pos-pos yang dicoret, terlebih jembatan itu putus saat kita membahas anggaran perbaikan infrastruktur,” cetusnya.
Diketahui, penyebab putusnya jembatan ada beberapa hal. Yaitu, luapan air sungai membawa sampah sisa-sisa rumpun bambu yang tersangkut di kolong jembatan.
Baca Juga: Wamen KP Sebut KDMP Syariah Selangaran Lombok Tengah Bisa Jadi Percontohan di NTB
Kemudian pada sisi abodemen jembatan di bagian utara rusak akibat akar pohon mahoni yang berada tepat di samping jembatan.
“Akar pohonnya berkembang, masuk ke belakang abodemen dan air sungai masuk. Ditambah hantaman air sungai saat hujan kemungkinan air masuk ke dalam abodemen. Akhirnya tidak bisa menahan jembatan dan putus,” terangnya. **
Editor : Pujo Nugroho