Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Percepat Atasi Stunting, Lombok Tengah Jadikan ASN Orang Tua Asuh

Lestari Dewi • Jumat, 13 Juni 2025 | 20:25 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost-Pemerintah kabupaten Lombok Tengah terus berupaya keras mempercepat penurunan stunting di daerah. 

Pemerintah Kabuapaten Lombok Tengah pun sedang mempersiapkan gerakan masal dengan melibatkan berbagai stakeholder. Agar ikut serta membantu penanganan anak stunting di Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Salah satunya dengan melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup pemerintah sebagai orang tua asuh bagi anak stunting.

Artinya, setiap ASN setidaknya memiliki satu orang anak stunting sebagai anak asuhnya dengan tugas memberikan dukungan agar anak stunting bisa terbebas dari stunting.

“Regulasi sebagai payung hukumnya sedang dalam proses. Bagaimana polanya juga sedang dimatangkan,” ungkap Wakil Bupati Loteng HM Nursiah pada wartawan, Kamis (12/6).

Dengan melibatkan ASN ini, kata dia, pemkab berharap kasus stunting bisa segera dituntaskan. Sebab, Gumi Tastura menargetkan Loteng Zero Stunting.

Meski demikian untuk menuju target ini tidaklah mudah. dibutuhkan keterlibatan senua pihak di daerah bukan hanya pemerintah.

“Selain ASN, pemkab juga buka peluang bagi pihak lain seperti pengusaha untuk ikut terlibat dalam percepatan penurunan angka stunting di daerah,” tambah mantan Sekda Loteng ini.

Selain itu, pemkab Loteng juga tetap melanjutkan program-program sebelumnya yang dinilai cukup efektif dalam usaha menekan kasus stunting di daerah.

Misalnya, pembagian telur ayam bagi balita stunting dan pembagian tablet tambah darah bagi perempuan kalangan remaja sekolah.

“Sebab program-program sebelumnya ini masih dinilai efektif membantu penurunan kasus stunting. Hanya saja perlu memperkuat dari sisi sumber daya manusia (SDM) pendukungnya. Supaya lebih cepat (penurunan angka stunting, Red),” kata politisi Golkar ini.

HM Nursiah
HM Nursiah

Wabup Nursiah menyebut, posisi angka stunting di Loteng sudah berada di bawah dua digit yaitu 9,86 persen. Jauh menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Walau sudah jauh menurun dari target nasional, bukan berarti pemkab tidak memberikan perhatian serius terhadap upaya penurunan stunting.

“Justru dengan penurunan yang ada, program-program yang terkait penurunan stunting tetap dimaksimalkan,” cetus wabup.

Ditegaskan, stunting menjadi salah satu indikator kesehatan yang harus dikejar. Sehingga program penurunan stunting tetap menjadi fokus dan prioritas pemerintah daerah. *

Editor : Siti Aeny Maryam
#HM Nursiah #ASN #Lombok Tengah #orang tua asuh #wakil bupati #Stunting