LombokPost-Kali pertama masak besar di Lombok Tengah, chef sekaligus Youtuber terkenal Bobon Santoso menyebut kegiatan tersebut adalah kolaborasi yang sempurna. Di mana, sebanyak lima ribu paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) dibagikan jajaran Polda NTB kepada para pelajar di Lombok Tengah (Loteng).
Sebagai wujud nyata mendukung program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas dan gizi sumber daya manusia (SDM) dan generasi penerus bangsa.
Kapolda NTB Irjen Pol Hadi Gunawan mengatakan, Presiden RI Prabowo Subianto sangat memahami bahwa negara Indonesia sangat kaya akan hasil pertanian, peternakan dan perikanan. Jika ini tidak bisa dikelola dengan baik maka anugerah ini menjadi sia-sia.
Sebab itu, Presiden mengharapkan generasi sekarang menjadi generasi unggul, yang dimulai dengan perbaikan gizi baik dari balita, anak-anak sekolah, hingga ibu hamil.
“Dengan memberikan gizi yang seimbang dan berkualitas kepada adik-adik pelajar kita. Kegiatan ini sekaligus menjadi pembuka sebab nantinya program MBG akan dilanjutkan oleh Badan Gizi Nasional,” ungkap Kapolda NTB Irjen Pol Hadi Gunawan dalam pidato pembukaan program MBG di halaman Mapolres Loteng, Praya, Selasa (24/6).
Selain itu, kegiatan ini sekaligus memperingati HUT Bhayangkara ke-79 dan dan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-73. Istimewanya, ribuan paket makanan bergizi ini dimasak langsung oleh cheff sekaligus YouTouber terkenal Bobon Santoso yang memasak menggunakan kuali berdiameter dua meter itu.
“Alhamdulillah, kegiatan ini dihadiri lima ribu pelajar se-Lombok Tengah. Gandeng Mas Bobon Santoso sekaligus menjadi ajang promosi pariwisata NTB,” ungkap Kapolda.
Kapolda menjelaskan, sebanyak tiga ekor sapi dengan total daging 500 Kilogram dimasak dan diolah Bobon Santoso. Ia pun berharap, sosialisasi program MBG kepada masyarakat bisa ditingkatkan agar program bisa berjalan sesuai yang diharapkan bersama. “Ini sekaligus upaya meningkatkan sosialisasi program MBG,” cetus Kapolda.
Kapolres Loteng AKBP Eko Yusmiarto mengatakan, dalam proses pemilihan bahan baku makanan mulai dari daging, sayur mayur, bumbu masak dan sebagainya diawasi secara ketat baik itu kebersihan hingga kehalalannya. Guna menjamin kualitas dan sterilisasi makanan hasil masaknnya melalui uji sampel makanan.
“Kami libatkan tim Bid Dokkes Polda NTB dan Badan Gizi Nasional guna menilai kandungan gizi agar memenuhi standar yang ditentukan.
Bupati Loteng HL Pathul Bahri mengapresiasi seluas-luasnya kepada jajaran Polda NTB dan Polres Loteng. Ini upaya meningkatkan kualitas SDM dari bidang pendidikan dan kesehatan. Sebab itu diharapkan upaya ini bisa dicontoh pihak-pihak lainnya sebagai bentuk tanggung jawab mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Kita harapkan program ini bukan hari ini saja, bukan Polda NTB dan Polres Lombok Tengah saja tapi bisa (dicontoh, red) pihak lainnya. Inilah bentuk solidaritas, kebersamaan dan kolaborasi seluruh pihak,” singkatnya.
Cheff sekaligus YouTuber Bobon Santoso menyampaikan, dirinya kali pertama datang ke Gumi Tatas Tuhu Trasna. Kolaborasi antara TNI, Polri, Forkopimda dan pemerintah daerah sangat terjalin baik dan luar biasa. Selama memasak diakui tidak ada kendala lantaran jam terbang untuk memasak kapasitas besar sudah lumayan tinggi.
“Dari sekian tempat, saya pernah masak dengan tiga Polres, tapi di sini yang paling ramai, antusias pelajar sangat banyak,” ungkapnya.
Dalam penyediaan bahan makanan, dirinya tidak hanya melibatkan jajaran Polri namun menggandeng pedagang-pedagang kecil yang ada di Loteng. Mulai dari perbumbuan, sayur mayur serta melibatkan para ibu-ibu Bhayangkari yang menyiapkan bungkusan nasi hingga dua Ton.
“Ini adalah kolaborasi yang sempurna,” puji Bobon.
Olahan daging sapi yang dimasak Bobon adalah daging sapi Teriyaki. Diakui, olahan makanan masyarakat Lombok identik dengan rasa pedas. Namun dirinya sengaja memasak tidak terlalu pedas lantaran yang menyantap sebagian besar adalah pelajar atau anak-anak.
“Pengennya tadi sajikan masakan khas Lombok, pedas. Tapi mayoritas yang datang adalah adik-adik pelajar maka kita sesuaikan, yaitu daging sapi Teriyaki,” tutup Bobon Santoso. **
Editor : Pujo Nugroho