LombokPost--Tahun depan, Lombok Tengah menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi NTB. Berbagai persiapan mulai dilakukan, salah satunya memastikan rencana pembangunan venue utama.
Pemerintah kabupaten (pemkab) Lombok Tengah memastikan rencan ini tetap berjalan, walau mendapat kritikan dari sejumlah elemen masyarakat. Penyebabnya, rencana pembangunan venue ini menyedot anggaran APBD sebesar Rp 21 miliar lebih.
Sejumlah masyarakat mengkritik, besarnya anggaran ini sebaiknya dipergunakan untuk perbaikan fasilitas umum terutama perbaikan jalan yang dinilai kurang. Sementara kondisi jalan kabupaten banyak yang rusak parah. Sehingga anggaran untuk pembangunn venue MTQ dinilai akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk membangun fasilitas umum.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Tengah H Lalu Firman Wijaya mengaku, sah-sah saja masyarakat memberikan kritik, saran dan pendapat. Namun ia menegaskan, rencana pembangunan venue MTQ tingkat provinsi ini sudah masuk perencanaan sejak lam dan pembangunan dilakukan tahun ini.
“Targetnya, bulan Desember ini pembangunan venue tingkat provinsi selesai. Pengerjaan dimulai Juli,” ucap Sekda Firman, Kamis (3/7).
Adapun lokasi pembangunan venue sudah ditetapkan di lahan kosong sebelah timur kantor bupati Loteng. Bangunannya terdiri dari dua bagian, di bagian depan ada bencingah dan satu bangunan serba guna berupa aula, serta fasilitas penunjang lainnya di bagian belakang.
Mantan kepala Dinas PUPR Loteng ini menegaskan, pembangunan venue utama MTQ tidak semata-mata untuk keperluan penyelenggaraan MTQ saja. Namun bisa dipergunakan untuk jangka panjang. Sebab itu, desain bangunannya serba guna sehingga bisa digunakan untuk keperluan pendukung kegiatan masyarakat kelak.
“Ini semata-mata untuk memuliakan Alquran. Setelah MTQ selesai, venue tersebut bisa digunakan masyarakat umum untuk menggelar kegiatan. Tidak terbatas MTQ saja,” tegas Sekda Firman.
Editor : Siti Aeny Maryam