LombokPost - InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok menggelar pelatihan manajemen homestay di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Pelatihan ini untuk memperkuat kapasitas desa penyangga KEK Mandalika.
Pelatihan yang digelar di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Sabtu (5/7), merupakan bagian dari inisiatif EDUKARSA (Edukasi & Karya untuk Masyarakat) yang telah dimulai sejak bulan Juni.
PGS General Manager The Mandalika Wahyu M. Nugroho menyampaikan, program EDUKARSA merupakan wujud komitmen ITDC dan Poltekpar Lombok untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar kawasan.
Pihaknya percaya bahwa pengembangan KEK Mandalika harus sejalan dengan peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat lokal.
“ITDC sebagai pengembang dan pengelola KEK Mandalika mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan institusi pendidikan, untuk memperkuat kompetensi masyarakat. Desa Prabu sebagai salah satu desa penyangga yang memiliki potensi besar,” katanya pada wartawan, Sabtu (5/7).
Wahyu menjelaskan, pelatihan ini menyasar warga yang memiliki rumah berpotensi menjadi homestay, khususnya 3 sampai 5 rumah yang telah memenuhi standar dasar dari sisi struktur bangunan dan lokasi.
Materi pelatihan meliputi pengelolaan ruang inap, sanitasi, teknik penyambutan tamu, sistem reservasi, hingga penataan interior yang mencerminkan kearifan lokal.
“Proses pendampingan dilakukan secara langsung oleh dosen Poltekpar Lombok dengan dukungan mahasiswa sebagai fasilitator teknis di lapangan,” terangnya.
Dikatakan, sebelumnya rangkaian EDUKARSA telah diawali dengan pelatihan pengolahan dan penyajian kuliner khas Desa Prabu pada Juni lalu. Program ini akan terus berlanjut hingga September mendatang.
“Dengan fokus pelatihan penyusunan paket wisata berbasis potensi lokal dan pelatihan pembuatan konten digital untuk promosi destinasi,” kata Wahyu.
Ketua Tim PKM Poltekpar Lombok Isdar Wahim mengatakan, sinergi dengan ITDC merupakan langkah penting dalam menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bagaimana dunia pendidikan dan pengelola kawasan dapat bersinergi untuk menghasilkan program-program yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan komunitas.
Program EDUKARSA merupakan bagian dari strategi ITDC dan Poltekpar Lombok dalam mengembangkan desa wisata berbasis Community-Based Tourism (CBT), dengan menjadikan masyarakat sebagai pelaku utama dalam rantai nilai pariwisata kelas dunia.
“Selain memperkuat kapasitas pelaku UMKM dan sektor pariwisata lokal, inisiatif ini juga diarahkan untuk membangun jejaring promosi digital desa, sebagai langkah menuju destinasi yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun global,” kata Isdar. (ewi/r7)
Editor : Marthadi