Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Semangat Emak-Emak Ikut Pelatihan Anyaman Rotan Ketak di Lombok Tengah

Lestari Dewi • Minggu, 13 Juli 2025 | 09:42 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

Tawa ringan dan bunyi bilah rotan yang dililit tangan-tangan terampil mengisi ruang aula Pasar Seni Sengkerang. Di sela cerita dan canda, para ibu terus merangkai rotan ketak menjadi karya kerajinan bernilai.

----

BADAN bersandar, kaki selonjoran memberikan kenyamanan bagi emak-emak yang tekun menganyam bilah-bilah rotan menjadi kerajinan tangan. Sembari jari jemari mereka lihai bergerak tanpa henti, tawa dan ceritapun bersahutan memecah kebosanan. Waktu seolah berlalu tanpa terasa.

Sesekali mereka menghentikan anyaman, memastikan pola sudah sesuai, simpul sudah kuat. Pola-pola baru dipraktikan setelah sebelumnya mereka menerima teori dalam pendidikan dan pelatihan (diklat) pada awal kegiatan. Selama ini, motif anyaman rotan ketak yang mereka kuasai memang hanya terbatas. 

Sebanyak 25 ibu-ibu berkumpul di aula gedung Pasar Seni Sengkerang, Desa Sengkerang, Kecamatan Praya Timur mengikuti diklat yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lombok Tengah, melalui Bidang Perindustrian. Kegiatan ini berlangsung selama tujuh hari.

Praya Timur memang dikenal sebagai pusat anyaman rotan ketak, dan sebagian besar perajinnya adalah perempuan. Itulah alasan Disperindag melibatkan kaum ibu dalam diklat ini. mereka tidak hanya diajarkan teknik menganyam, tetapi juga didorong untuk menciptakan produk-produk baru yang lebih variatif.

 

“Serta mengetahui bagaimana memanfaatkan seluruh bagian rotan yang disulap menjadi aneka kerajinan dan aksesoris anyaman rotan ketak,” ungkap Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Lombok Tengah Baiq Yuliana Safriana, Kamis (10/7).

Yuliana menuturkan, peserta sebelumnya telah menerima ilmu teori dasar berupa desain produk anyaman rotan ketak. Materi ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas produk anyaman rotan ketak, sekaligus mendongkrak pendapatan dan kesejahteraan masyarakat lokal.

“Biasanya kan mereka bikin ini yang itu-itu saja, perlu kreativitas dan inovasi,” cetusnya.

Melalui pelatihan ini, para pelaku UMKM, yang mayoritas perempuan, diharapkan mampu mengembangkan kreativitas, menciptakan desain yang unik dan menarik. Peserta juga dikenalkan pada teknik-teknik baru dan bahan berkualitas, agar produk rotan ketak semakin kompetitif.

Semangat para ibu mengikuti pelatihan anyaman rotan ketak di aula Pasar Seni Sengkerang, Desa Sengkerang, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah.
Semangat para ibu mengikuti pelatihan anyaman rotan ketak di aula Pasar Seni Sengkerang, Desa Sengkerang, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah.

“Perkembangan dunia saat ini membuat kita harus mampu berdaya saing, sehingga desain anyaman tidak konvensional melulu tapi lebih modern dan inovatif. Ketika ini semua dilakukan, kami meyakini mereka akan merasakan peningkatan pendapatan,” paparnya.

Editor : Pujo Nugroho
#Lombok Tengah #pelatihan #anyaman rotan #emak-emak