LombokPost-Mengunjungi Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Ijtihad Al-Ma'arif NU Lenser, investor asal Jepang Yuya siap merenovasi asrama santri di Desa Kuta, Lombok Tengah (Loteng) itu.
Didampingi rekannya sekaligus pengusaha properti, Yuya disambut hangat oleh Ketua Yayasan TGH Lalu Abussulhi Khair Al Misbah, Kepala sSkolah MAS Nurul Ijtihad Lenser Edi Hartono, Komite Sekolah, dan tokoh masyarakat Desa Kuta.
Setiba di kompleks Yayasan, pantauan Lombok Post, Yuya meninjau fasilitas yayasan mulai dari asrama putra dan putri, kamar mandi, musola, dan sebagainya. Yuya pun tergerak untuk membantu renovasi fasilitas Yayasan. Khususnya, asrama putra karena ia menilai kondisinya tidak layak huni.
“Saya memberikan bantuan karena ingin memberikan senyuman dan kebahagiaan kepada orang-orang sekitar yang membutuhkan,” katanya, Kamis (17/7).
Diakui, pihaknya sudah mengecek kondisi ponpes beberapa hari lalu. Dia pun kaget, lantaran hanya memakai lantai tanpa kasur. Lantai kamar pun bergelombang.
“Sehingga kami tergugah hati untuk mengeluarkan sedikit bantuan. Kami ingin membantu karena melihat kondisinya seperti itu. Awalnya pilih kasur tapi setelah melihat kondisi ruangan akhirnya memilih keramik supaya lebih rata,” bebernya.
Yuya berharap, para santri bisa lebih nyaman belajar dan beristirahat. Sehingga mereka bisa fokus meningkatkan prestasi akademik maupun non akademik di bangku sekolah.
Sebagai informasi, Yuya hendak membangun vila di Kuta, Mandalika dan Desa Prabu, Lombok Tengah. Ketika vila ini telah beroperasi, dia berkomitmen akan mempekerjakan warga lokal termasuk siswa-siswi dari ponpes Al Ma'arif Ijtihad NU Lenser.
“Saat ini, perizinan sedang berjalan karena sudah memiliki perusahaan penanaman modal asing (PMA) yang berada di Pulau Lombok bernama PT Dotit Lombok Mandiri,” sebut dia.
Pimpinan Ponpes Nurul Ijtihad Al Ma'arif NU Lenser TGH Lalu Abussulhi Khair Al Misbah menyambut baik rencana rehabilitasi ringan asrama santri putra.
“Segala bentuk-bentuk kegiatan lain diluar pondok pesantren pun akan kita dukung, sebab dari informasi yang kami terima mereka akan mengembangkan kawasan ini. Santri-santri kita juga kita harapkan memiliki akses juga untuk bekerja disana,” harapnya.
Editor : Siti Aeny Maryam