LombokPost-Pasar Renteng Lombok Tengah kian semrawut. Pedagang kembali memadati bahu jalan dan trotoar di luar gedung pasar, membuat kawasan tersebut berantakan dan kerap menimbulkan kemacetan.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Loteng Irman membenarkan hal tersebut. Pihaknya segera lakukan penertiban pedagang yang berjualan di Pasar Renteng.
“Sebelum itu, kita akan bentuk tim. Jadwal penertiban pedagang menunggu (jadwal, red) yang telah disepakati oleh tim,” ucapnya pada wartawan, Kamis (17/7).
Tim penertiban, kata dia, akan terdiri dari TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan petugas asosiasi pasar. Tujuan penertiban pedagang agar mereka kembali berjualan di dalam gedung pasar. Sebab, mereka yang berjualan di luar kerap dikeluhkan pedagang yang berjualan di dalam.
“Jadi pedagang yang berjualan di dalam cemburu, pembeli sampai di luar saja (belanja, red),” ungkap Irman.
Selain pedagang, Disdag Loteng juga akan menertibkan lokasi parkir kendaraan yang sembarangan. Mengakibatkan arus lalu lintas di pasar sering macet.
“Parkir kendaraan juga ditata agar lebih rapi,” ujar Irman.
Sebagai informasi, Pasar Renteng yang dibangun pada tahun 2020 telah menampung pedagang sebanyak 1.750 orang. Mereka berjualan di atas lahan seluas dua hektare.
Pasar ini dibangun untuk mengedepankan kenyamanan dan kebersihan serta ruang terbuka hijau. Pemerintah pun menggelontorkan anggaran sebesar Rp 120 miliar untuk pembangunan pasar Renteng ini. (ewi/R7)
Editor : Jelo Sangaji