Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kebersihan Dapur dan Nilai Gizi Jadi Prioritas, Kodim Lombok Tengah Tinjau Dapur MBG

Lestari Dewi • Jumat, 25 Juli 2025 | 17:44 WIB
Komandan Kodim 1620/Loteng Letkol Arm Karimmudin Rangkuti (dua kiri) meninjau langsung pelaksanaan pengolahan dan penyajian program MBG di Dapur SPPG, Lingkungan Barukelak, Sasake, Praya Tengah
Komandan Kodim 1620/Loteng Letkol Arm Karimmudin Rangkuti (dua kiri) meninjau langsung pelaksanaan pengolahan dan penyajian program MBG di Dapur SPPG, Lingkungan Barukelak, Sasake, Praya Tengah
LombokPost - Kodim 1620/Lombok Tengah (Loteng) bersama instansi terkait terus memperkuat pengawasan terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penopang utama program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Loteng.
 
“Kebersihan, ketepatan waktu dan nilai gizi harus jadi prioritas,” tegas Komandan Kodim 1620/Lombok Tengah Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti saat meninjau dapur SPPG di Lingkungan Barukelak, Kelurahan Sasake, Praya Tengah, Kamis (24/7).
 
Dandim mengatakan, kunjungan ini merupakan bagian dari pengawasan TNI bersama instansi terkait selama 24 jam untuk memastikan kesiapan pelaksanaan SPPG dalam mendukung program MBG yang digagas pemerintah guna meningkatkan gizi masyarakat, khususnya anak usia sekolah dan ibu hamil.
 
 
Pantauan Lombok Post, Dandim bersama rombongan dari Dinas Kesehatan (Dikes) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Loteng mengecek langsung kondisi dapur. Mulai dari kelengkapan alat masak, tempat penyimpanan bahan makanan, hingga proses pengolahan dan penyajian makanan sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.
 
“Kami berharap SPPG Sasake bisa menjadi contoh bagi SPPG lain di Lombok Tengah, sehingga ke depan tidak terjadi hal-hal yang merugikan penerima manfaat,” jelasnya.
 
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dikes Loteng Putrawangsa menambahkan, pengawasan terhadap seluruh SPPG, baik yang sudah beroperasi maupun yang belum, terus dilakukan oleh TNI, pemkab, dan instansi terkait sesuai wilayah kerja masing-masing.
 
 
“Mulai dari pengecekan sampel makanan secara berkala minimal satu minggu sekali untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari,” ujarnya.
 
Kepala SPPG Sasake Made Pande Ariwibawa menjelaskan, SPPG Sasake merupakan salah satu penyuplai MBG yang bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Keterlibatan koperasi dan suplier lokal bertujuan mempermudah penyediaan bahan baku dari wilayah setempat.
 
 
Sesuai regulasi pusat, pihaknya melibatkan warga lokal sebagai tenaga kerja dengan total 47 karyawan. Mereka bertugas mulai dari mengolah, menyajikan, hingga menyalurkan makanan kepada penerima manfaat.
 
“SPPG kami menyuplai MBG setiap hari untuk 3.884 penerima manfaat, mulai dari PAUD hingga SMA, serta ibu hamil dan ibu menyusui,” tutupnya. (ewi/r7)
Editor : Pujo Nugroho
#dapur #Mbg #Dinas Kesehatan #Kodim 1620/Loteng #Tinjau