LombokPost- Proses penggantian antar waktu (PAW) anggota DPRD Lombok Tengah masih menyisakan dua kursi kosong. Partai Golkar telah melantik Lalu Kelan menggantikan almarhum Lalu Ahmad Rumiawan, sementara PKS dan PPP belum menyerahkan nama pengganti anggotanya yang tersandung kasus hukum.
Pelantikan dan pengambilan sumpah Lalu Kelan sebagai anggota DPRD Loteng Dapil II Kopang–Janapria, menggantikan almarhum Lalu Ahmad Rumiawan untuk sisa masa jabatan 2024–2029.
Wakil Ketua III DPRD Loteng Uhibussa’adi mengatakan, proses PAW dua anggota dewan lainnya masih ditangani parpol masing-masing. Untuk PKS, nama pengganti sudah diajukan DPW PKS NTB ke DPP PKS.
“Masih berproses, DPW sudah ajukan ke pusat (anggota PAW), tunggu saja nanti kalau sudah ada akan kami beritahukan,” ucapnya usai pelantikan, Senin (28/7).
Seperti diketahui, Lalu Nursai dinyatakan bersalah dalam kasus pemalsuan ijazah paket C. Sementara Mahrup terancam diberhentikan karena terlibat dugaan korupsi yang ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB.
“Status kedua nama ini belum semuanya diberhentikan. Yang dipecat baru satu orang, yaitu Lalu Nursai karena putusannya sudah inkrah. Sedangkan Mahrup masih diberhentikan sementara,” kata Ketua DPW PKS NTB ini.
Sementara itu, pelantikan dan pengambilan sumpah Lalu Kelan berlangsung lancar dan khidmat. Di sesi akhir, acara sempat dihiasi isak tangis ketika Sekretariat DPRD Loteng memutar video perjalanan almarhum Lalu Ahmad Rumiawan semasa hidup sebagai Wakil Ketua I DPRD Loteng.
Ketua DPRD Loteng Lalu Ramdan mengatakan, pelantikan berjalan lancar. Atas nama DPRD Loteng, ia menyampaikan terima kasih atas pengabdian almarhum selama menjadi wakil rakyat.
“Terhadap Lalu Kelan, kami berharap bisa menjalankan amanah sebaik-baiknya di sisa masa jabatan 2024–2029 menggantikan almarhum Lalu Rumiawan,” singkatnya.
Bupati Loteng H Lalu Pathul Bahri mengatakan, kematian adalah awal dari kehidupan yang sebenarnya. Karena itu, tak ada seorang pun tahu kapan dan di mana ajal menjemput.
“Dedikasi almarhum sungguh luar biasa khususnya di Lombok Tengah,” katanya.
Kepada Lalu Kelan, bupati berharap politisi senior Golkar itu bisa mengemban amanah dengan baik. Sumpah janji yang diambil bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk komitmen moral dan profesional.
PAW ini, kata bupati, merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang sehat. Ia berharap fungsi legislatif dapat berjalan maksimal, serta kolaborasi dan sinergi dengan pemkab Loteng semakin ditingkatkan.
“Sebagai wakil rakyat untuk bekerja menyuarakan aspirasi masyarakat, mengawal kebijakan pembangunan penuh rasa tanggung jawab, kami berharap dengan pengalaman dan semangat Lalu Kelan bisa melanjutkan dan memperkuat pengabdian yang sudah dilakukan almarhum secara maksimal,” kata Ketua DPD Partai Gerindra NTB ini.
Editor : Siti Aeny Maryam