Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pastikan Pantai Tanjung Aan Tetap Bisa Diakses Publik, ITDC Undang Bupati Hadiri Serah Terima Lahan Investasi Tanjung Aan

Lestari Dewi • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 14:03 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost-InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mengundang Bupati Lombok Tengah H Lalu Pathul Bahri untuk menghadiri penyerahan Berita Acara Serah Terima (BAST) lahan Pantai Tanjung Aan kepada investor, pascapenertiban kawasan tersebut oleh ITDC.

Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka mengatakan, setelah ITDC melakukan pengosongan lahan Pantai Tanjung Aan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan investor untuk menyerahkan dokumen acara serah terima tersebut.

Dokumen ini diperlukan para investor untuk mulai bekerja atau melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan.

“Artinya, ITDC sudah memberikan wewenang kepada investor untuk melakukan pekerjaan yang dibutuhkan. Hal ini yang harus kami laporkan kepada Pak Bupati dan jajarannya karena kami didukung penuh pemerintah kabupaten,” ucap Troy usai bertemu bupati dan jajaran di ruang rapat kantor bupati, Jumat (1/8).

Kehadiran bupati pada 6 Agustus nanti, kata Troy, sangat penting sebagai bentuk sinergi sesama aparat pemerintah.

ITDC sebagai pengembang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang berlokasi di Gumi Tastura mengharapkan pengembangan Mandalika tidak jauh berbeda dengan Nusa Dua Bali.

“Penyerahan dokumen ini memang tidak ada masalah yang terjadi di sana, karena semua tahapan dilakukan sesuai prosedur. Ini (penyerahan dokumen) menjadi salah satu bukti semua proses berjalan baik dan lancar,” terangnya.

Pascapenertiban dan pembersihan lahan di Pantai Tanjung Aan, lanjut Troy, ITDC telah mendirikan sejumlah pos pengamanan, penerangan jalan dan sebagainya.

Ini sebagai bentuk perhatian ITDC terhadap kawasan pantai yang menjadi lokasi favorit peselancar.

“Agar tidak gelap, petugas keamanan kita tempatkan. Kami memastikan setelah penertiban, lahan ini tidak kosong dan gelap begitu saja, agar tetap terurus dan terawat,” kata Troy.

Menyinggung persiapan amenity core yang dijanjikan ITDC kepada para pemilik lapak di Tanjung Aan, Troy memastikan akan mengutamakan pelapak lokal.

PASCAPENERTIBAN: Tumpukan material semi permanen pascapenertiban di pesisir Pantai Tanjung Aan, Desa Sengkol, Pujut, Lombok Tengah, beberapa waktu lalu.
PASCAPENERTIBAN: Tumpukan material semi permanen pascapenertiban di pesisir Pantai Tanjung Aan, Desa Sengkol, Pujut, Lombok Tengah, beberapa waktu lalu.

Meski demikian, sebagai upaya menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung, para pelaku UMKM ini akan melalui proses akurasi terlebih dahulu.

“Karena tidak bisa lagi menjual yang sembarangan, mohon maaf ini kami lakukan agar semua berjalan tertib, rapi, aman dan sehat. Berapa jumlah pelapak yang akan masuk, ini masih berproses, yang jelas amenity core ini sudah ada bentuk gambarnya dan akan ditender,” beber pria asal Jakarta itu.

Terkait kabar pengunjung lokal tidak bisa lagi berlibur ke kawasan Pantai Tanjung Aan setelah penataan, dibantah tegas oleh Troy.

Ia menegaskan penataan kawasan dilakukan untuk mendukung kemajuan pariwisata Indonesia, khususnya NTB dan Loteng.

“Saya bantah soal itu, masyarakat masih bisa akses Pantai Tanjung Aan,” tukasnya. 

Editor : Kimda Farida
#Investor #BAST #Bupati Lombok Tengah #pantai tanjung aan #InJourney Tourism Development Corporation