Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Enam Kepala Desa dari Praya Timur Bawa Harapan Masyarakat ke Pemkab Lombok Tengah

Lestari Dewi • Jumat, 8 Agustus 2025 | 17:54 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

Kepala desa dari perbatasan Lombok Tengah (Loteng), wilayah Praya Timur, bersuara lantang. Mereka menuntut dua hal yang selama ini terasa mahal, yakni layanan kesehatan yang dekat dan jaminan untuk para petani tembakau.

-----

Satu per satu kepala desa menaiki anak tangga Gedung A Kantor Bupati Loteng. Menuju lantai tiga, mereka bersama-sama berencana menemui Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) di ruang rapat.

Ruang berkapasitas puluhan orang itu pun dipenuhi para kepala desa. Suhu ruangan yang cukup dingin tak menyurutkan semangat mereka untuk menyuarakan berbagai aspirasi. Bukan sekadar usulan biasa, melainkan harapan masyarakat, terutama dari desa-desa yang berbatasan langsung dengan Lombok Timur.

Para kepala desa menyampaikan kebutuhan mendesak masyarakat akan layanan kesehatan. Jarak yang cukup jauh menuju pusat kota Praya membuat masyarakat kesulitan mendapatkan pelayanan medis yang cepat. Karena itu, mereka mengusulkan agar Pasar Seni Sengkerang di Praya Timur dialihfungsikan menjadi rumah sakit.

“Masyarakat sangat berharap ini bisa direalisasikan. Masyarakat ingin percepat pelayanan kesehatan,” ungkap perwakilan kepala desa, Hamzanwadi.

Tak hanya soal layanan kesehatan, para kepala desa juga membawa aspirasi lain. Mereka meminta jaminan ketenagakerjaan bagi para petani tembakau. Aspirasi ini mendapat tanggapan positif, namun mereka diminta melakukan pendataan jumlah petani tembakau di Praya Timur.

“Untuk teknisnya, katanya akan digodok di pemerintah daerah sebagai payung hukum,” tambah Hamzanwadi.

Usulan itu, menurutnya, bukan datang tiba-tiba. Sebelumnya, para petani telah dijanjikan akan mendapat asuransi dari BPJS Ketenagakerjaan. Mereka merasa layak menerima perlindungan tersebut karena menjadi penyumbang terbesar Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

“Saat itu kami (dijanjikan) dari Komisi II akan dibuatkan surat rekomendasi terhadap petani tembakau untuk mendapat asuransi, dari rekomendasi ini akan menjadi payung hukum asuransi buruh tani,” katanya.

Kepala Bapperida Loteng Lalu Wiranata menuturkan, ada enam desa definitif yang datang berdiskusi siang itu. Masing-masing adalah Desa Beleka Sane, Desa Beleka Daya, Desa Jerupuri, Desa Ganti, dan Desa Pengolak.

Kepala Bapperida Loteng Lalu Wiranata (tengah) mendengarkan curahan hati para kepala desa dari Kecamatan Praya Timur di ruang rapat Bapperida Loteng, Kamis (7/8).
Kepala Bapperida Loteng Lalu Wiranata (tengah) mendengarkan curahan hati para kepala desa dari Kecamatan Praya Timur di ruang rapat Bapperida Loteng, Kamis (7/8).

Aspirasi mereka, kata dia, muncul setelah mendengar wacana menjadikan Praya Timur sebagai lokasi pembangunan rumah sakit tipe D.

“Ini masih kita lakukan kajian, semoga bisa kita teruskan untuk menjadi sebuah rencana yang pasti,” kata dia.

Miq Wir, sapaan akrabnya, menjelaskan Dinas Kesehatan telah dilibatkan untuk mengkaji kelayakan gedung sentra IKM di Sengkerang.

Secara regulasi, gedung itu memungkinkan dialihfungsikan menjadi rumah sakit tipe D karena sudah menjadi aset pemerintah daerah. Jika wacana ini direalisasikan, hanya perlu pemberitahuan kepada pemerintah pusat.

“Satu sisi gedung ini tidak terlalu berfungsi, karena lokasinya yang sangat jauh dari KEK Mandalika,” ungkap Miq Wir.

Sementara itu, terkait usulan asuransi bagi petani tembakau, pihaknya menegaskan perlunya data by name by address serta kondisi sosial ekonomi para petani agar tepat sasaran. Jika memenuhi kriteria, maka bisa menjadi tanggungan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.

“Kita tidak mau ini jadi salah sasaran,” cetusnya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Pemkab Lombok Tengah #Praya Timur #kepala desa #masyarakat #harapan