Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

RS Mandalika Rampungkan Gedung KRIS Pertama di NTB

Kimda Farida • Rabu, 27 Agustus 2025 | 11:30 WIB
SEGERA BEROPERASI: Direktur RS Mandalika dr Oxy Tjahjo Wahjuni (tengah) bersama jajaran dan manajemen Lombok Post di depan gedung KRIS RS Mandalika, Selasa (26/8)
SEGERA BEROPERASI: Direktur RS Mandalika dr Oxy Tjahjo Wahjuni (tengah) bersama jajaran dan manajemen Lombok Post di depan gedung KRIS RS Mandalika, Selasa (26/8)

LombokPost--Rumah Sakit (RS) Mandalika kembali mencatat sejarah. Tahun ini, rumah sakit yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika, Lombok Tengah ini resmi menuntaskan pembangunan Gedung Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Fasilitas ini menjadi yang pertama berdiri di NTB.

Direktur RS Mandalika dr Oxy Tjahjo Wahjuni menjelaskan, pembangunan gedung KRIS dimulai 2024 dan selesai 2025.

Kehadiran KRIS menindaklanjuti kebijakan Kementerian Kesehatan lewat Permenkes terbaru yang mengatur sistem pelayanan rawat inap BPJS tanpa pembedaan kelas satu, dua, dan tiga.

“Sejak awal kami menyesuaikan pembangunan sesuai standar KRIS. Supaya tidak perlu bongkar pasang lagi ke depan,” ujar dr Oxy, Selasa (26/8).

Gedung empat lantai ini memiliki 64 tempat tidur, masing-masing lantai diperuntukkan untuk 16 pasien.

Sebanyak 20 persen ruang rawat inap diprioritaskan untuk pasien dengan kebutuhan observasi ketat.

Untuk menunjang layanan, disiapkan perangkat medis modern seperti patient monitor, infus pump, dan syringe pump.

Manajemen RS Mandalika menargetkan gedung KRIS segera diresmikan. Pihak rumah sakit sudah berkoordinasi dengan Wakil Menteri Kesehatan dan Gubernur NTB terkait jadwal peresmian.

Selain infrastruktur, RS Mandalika juga menyiapkan tambahan tenaga kesehatan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan BKD NTB.

Perekrutan SDM baru akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan.

Gedung KRIS sendiri dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat.

“Harapan kami, gedung ini bisa langsung digunakan tahun ini untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat,” tegas dr Oxy.

Di sisi lain, meski berstatus rumah sakit tipe c, RS Mandalika sudah memenuhi empat layanan dasar, yakni tersedianya spesialis bedah umum, spesialis anak, spesialis kandungan, dan spesialis penyakit dalam.

Bahkan, sejumlah spesialis lain tersedia, antara lain orthopedi dan traumatologi, saraf, paru, konservasi gigi, penyakit mulut, kedokteran olahraga, kesehatan jiwa, hingga penunjang radiologi, patologi klinik, dan anestesiologi.

Tiga layanan unggulan juga dikembangkan, berupa trauma center, preventive health care (PHC), dan dental care. RS Mandalika juga dilengkapi alat kesehatan canggih seperti CT-Scan 64 slice, Panoramic CBCT, C-Arm, USG, X-Ray, serta fasilitas laboratorium lengkap.

Tak kalah menarik, RS Mandalika sudah menerapkan sistem pelayanan berbasis digital lewat SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit). Sistem paperless ini memudahkan pasien sejak pendaftaran hingga rekam medis elektronik yang terintegrasi.

“Kami terus berkomitmen meningkatkan mutu layanan dan memperluas cakupan spesialisasi. Kehadiran RS Mandalika juga menjadi bagian penting mendukung KEK Mandalika sebagai destinasi super prioritas,” pungkas dr Oxy.

Editor : Kimda Farida
#Rumah Sakit Mandalika #RS Mandalika #dr Oxy Tjahjo Wahjuni