LombokPost-Pemkab Lombok Tengah terus memperkuat perannya sebagai kabupaten penyangga pangan nasional.
Panen raya padi seluas 1.200 hektare di Desa Gerunung menjadi salah satu upaya strategis untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan menyuplai beras ke luar Pulau Lombok.
“Hari ini panen raya di petani pada area seluas 1.200 hektare secara menyeluruh,” ungkap Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri usai panen, Kamis (28/8).
Menurutnya, berdasarkan hitungan pemerintah pusat dengan kriteria 50 ribu hektare di luar oplah dan asumsi satu hektare menghasilkan 6 hingga 7 ton, maka ada 450 ribu ton gabah kering yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Loteng.
Sementara kebutuhan konsumsi beras masyarakat Loteng mencapai 200 hingga 250 ribu ton.
“Sehingga melalui hitungan tersebut Kabupaten Lombok Tengah bisa menyuplai beras ke luar Pulau Lombok, seperti ke Bali, Pulau Jawa, terus ke timur dan sebagainya,” ungkap politisi Gerindra ini.
Selain itu, sebagai bentuk perhatian terhadap salah satu kabupaten penyangga pangan nasional, Loteng memberikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan yang diberikan, seperti bantuan alsintan dan pupuk yang langsung disalurkan ke petani bekerja sama dengan pupuk Kaltim.
“Harapannya ke depan dengan adanya berbagai dukungan dari pemerintah untuk petani, kita berharap hasil pertanian kita semakin bertambah dan kesejahteraan petani semakin meningkat,” tandasnya.
Komandan Kodim 1620/Lombok Tengah Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti menyampaikan, kegiatan panen raya merupakan bagian dari kolaborasi seluruh instansi.
Seluruh elemen bersama petani bekerja sama dan bergotong royong untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
Menurutnya, Lombok Tengah sampai saat ini masih eksis dan mampu menyumbangkan produksi pangan baik di wilayah Pulau Lombok maupun provinsi di luar Pulau Lombok sebagai kabupaten penyangga pangan nasional.
“Tentunya kami TNI Kodim 1620/Loteng selaku pendamping dalam mewujudkan ketahanan pangan siap 7x24 jam mendukung 1000 persen setiap program yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Loteng Muhammad Kamrin menambahkan total luas panen padi pada musim tanam kedua mencapai 62 ribu hektare, sedangkan Loteng menargetkan 92 ribu hektare.
Hal ini menunjukkan Loteng on the track dalam mendukung predikat kabupaten penyangga pangan nasional.
“Kami optimis bisa di atas target 100 ribu hektare, karena kita berikan sumbangan terbesar sebagai penyangga pangan nasional,” ucap Kamrin.
Pemerintah pusat terus mendorong daerah-daerah penyangga pangan untuk meningkatkan indeks penanaman.
Loteng pun diberikan program optimasi lahan, yaitu sawah yang semula ditanam padi sekali setahun menjadi dua kali setahun.
“Lokasinya sawah-sawah yang berada di bagian selatan Loteng, sekitar 2.500 hektare. Kawasan ini indeks penanamannya satu, direncanakan minggu ketiga bulan September akan dilaunching untuk penanaman musim ketiga dan dihadiri Gubernur NTB,” terang mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Loteng ini.
Editor : Jelo Sangaji