LombokPost-Aksi demonstrasi yang dilakukan gabungan mahasiswa dan pemuda Lombok Tengah berjalan damai dan tertib.
Dengan pengamanan ratusan personel TNI-Polri, sejumlah pejabat penting Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Wabup Lombok Tengah HM Nursiah.
Kemudian, Ketua DPRD Lombok Tengah Lalu Ramdan hingga Kapolres Loteng AKBP Eko Yusmiarto dan Komandan Kodim 1620/Lombok Tengah Letkol Arm Karammddin Rangkuti menemui massa aksi.
Beberapa tuntutan yang disampaikan massa aksi terbagi menjadi dua hal, tuntutan yang menjadi kewenangan kabupaten dan pusat.
Mereka meminta agar pemerintah daerah mengusut tuntas kasus pajak penerangan jalan, tuntut penerangan jalan umum, meminta evaluasi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimbulkan keracunan.
Kemudian, menaikkan tunjangan guru dan mengangkat guru honorer menjadi PPPK, hingga menuntut perbaikan jalan di kabupaten yang rusak parah.
Selanjutnya, tuntutan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, massa aksi meminta audit seluruh harta anggota DPRD, membebaskan mahasiswa yang ikut demonstrasi di seluruh wilayah Indonesia, menghentikan tindakan represif apparat, reformasi DPR dan lain sebagainya.
Mereka juga meminta untuk mengadili terhadap anggota polisi yang melindas Affan Kurniawan dan menanggung biaya hidup keluarga. Tuntutan ini wajib disampaikan ke DPR RI dan Presiden RI Prabowo Subianto.
Usai menyampaikan tuntutan dikedua tempat ini, massa aksi meminta komitmen langsung dari Kapolres Loteng AKBP Eko Yusmiarto, Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri dan Ketua DPRD Loteng Lalu Ramdan untuk menandatangani aspirasi tuntutan dari mahasiswa dan pemuda dari Gumi Tatas Tuhu Trasna ini.
Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama, massa aksi kemudian secara tertib meninggalkan kantor DPRD Loteng. Selama menyampaikan aspirasi, dilakukan di luar gerbang DPRD Loteng.
“Alhamdulillah, hearing atau aspirasi yang kami terima dari adik-adik mahasiswa dan pemuda. Seperti apa yang menjadi keyakinan jajaran Forkopimda Loteng, adik-adik kita ini masih memiliki semangat dan etika ketimuran,” ungkap Ketua DPRD Loteng Lalu Ramdan usai aksi demo pada wartawan.
Menyampaikan aspirasi dengan sangat baik, santun dan tidak merusak fasilitas yang digunakan masyarakat, kata Ramdan, menjadi role model atau contoh yang patut ditiru.
Tidak seperti di daerah lain yang menimbulkan kekacauan dan kerugian.
“Mereka di Loteng sampaikan dengan baik, bahkan menyerukan untuk menjaga persatun dan kesatuan masyarakat,” tambahnya.
Poltisi Gerindra ini menuturkan, apa yang menjadi aspirasi akan diselesaikan sesuai kewenangan daerah dan pusat.
Bukan berarti tuntutan ke pusat akan mental begitu saja di daerah, pihaknya akan menyampaikan kembali ke pemerintah pusat.
“Sementara yang di daerah, bupati dan DPRD sudah berkomitmen untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang belum tuntas,” tegasnya.
Kapolres Lombok Tengah AKBP Eko Yusmiarto mengatakan, sebanyak 700 personel gabungan diterjunkan untuk menagamankan aksi demo yang berlangsung di Loteng.
Mulai dari Polres, Kodim, Brimob, BKD, Damkar hingga Satpol PP Loteng.
“Ini wujud keseriusan kita menjaga keamanan, bukan menakut-nakuti, intimidasi mahasiswa. Justru ini kami kawal agar penyampaian aspirasi dengan aman, tenang dan tertib,” kata dia.
Tuntutan yang disampaikan khusus untuk Polres Loteng, Eko tegaskan sejak awal pihaknya pro rakyat dan cinta rakyat.
Dia melihat, selama demo berlangsung tidak ada upaya-upaya pengerusakan maupun bertindak anarkis.
“Sebagai antisipasi kami sudah mengamankan objek-objek vital di Loteng, hingga patroli gabungan,” kata Kapolres.
Komandan Kodim 1620/Loteng Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti menambahkan, turunnya TNI bukan karena darurat militer seperti yang beredar.
Tetapi berkaca seperti di daerah lain sangat krusial yang menimbulkan pembakaran dan penjarahan.
“Namun saya yakin, ketulusan mereka sampaikan aspirasi adalah untuk rakyat, tetapi dibentrokan oleh oknum-oknum yang ingin memecah belah bangsa,” tegasnya.
Berdasarkan Undang-Undang, kata Rangkuti, wajib hukumnya TNI menjaga keamanan, kenyamanan, ketertiban dan stabilitas di Indonesia, khususnya Loteng, NTB.
“Kami membantu siapapun, baik pemerintah, kepolisian untuk menggalakan hal-hal tersebut,” tutup dia.
Editor : Siti Aeny Maryam