LombokPost-Ajang balap motor MotoGP Mandalika 2025 akan berlangsung bersamaan dengan balap mobil F1 di Singapura pada 3-5 Oktober.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku penyelenggara dan pengelola Sirkuit Internasional Mandalika di Lombok Tengah.
“Berbarengan ini kan bagian kehidupan dunia, tidak bisa kita menyikapi berlebih atau bersaing, tergantung dari kita,” ucap Wakil Bupati Lombok Tengah M Nursiah pada wartawan, Rabu (10/9).
Menurutnya, masih banyak langkah yang bisa dilakukan MGPA dalam mempromosikan MotoGP Mandalika 2025.
Dia yakin pasar MotoGP dan F1 berbeda, sehingga tidak akan mengurangi animo penonton hadir di Sirkuit Internasional Mandalika.
Langkah lain, Pemkab Lombok Tengah bisa mengimbau ribuan ASN untuk meramaikan sekaligus menikmati ajang ini yang dirangkaikan dengan berbagai hiburan.
“Bukan dipaksakan (beli tiket MotoGP) ini mumpung event kita bersama, sirkuitnya di Lombok Tengah, kita yang memiliki,” kata mantan Sekda Loteng itu.
Politisi Golkar ini menuturkan, dirinya sudah menghadiri pertemuan bersama Pemprov NTB, MGPA, dan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) membahas rangkaian event yang akan digelar 3-5 Oktober nanti.
“Teknisnya bagaimana, hubungan dengan provinsi hingga kabupaten/kota lainnya di NTB,” ucap wabup.
Terpisah, Chairman MotoGP Mandalika 2025 Troy Reza Warokka menyebut grup musik legendaris Dewa 19 dijadwalkan tampil pada hari ketiga pelaksanaan MotoGP Mandalika 2025 di Sirkuit Internasional Mandalika.
Selain band yang digawangi Ahmad Dhani ini, ada pula penampilan band berkelas lainnya hingga band lokal.
“Puncak MotoGP akan hadir band legendaris Dewa 19,” ucapnya.
Dalam penyelenggaraan MotoGP ini, kata Troy, ITDC sangat membutuhkan dukungan dari Pemprov NTB maupun Pemkab Loteng.
Yakni memastikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika terus berkembang dan tumbuh dengan baik yang didukung legalitas formal dari pemerintah.
“Event MotoGP ini kan sebenarnya sebagai penarik, pemantik untuk meyakinkan investor dan lainnya. Dan ini mulai berjalan, investor-investor mulai masuk, tidak lama lagi kita akan lakukan pengosongan lahan kembali,” bebernya.
Editor : Kimda Farida