LombokPost-PT Angkasa Pura Indonesia (API) berkomitmen mewujudkan pemeriksaan keamanan penerbangan terhadap kargo yang terpadu dan berkualitas.
Komitmen itu ditunjukkan dengan peresmian Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) di Gedung Kargo Bandara Lombok.
“Sudah kita resmikan belum lama ini,” ucap General Manager Bandara Lombok Stephanus Millyas Wardana kepada wartawan, Minggu (14/9).
Millyas mengatakan, TPFT merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden (Inpres) nomor 5 tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional.
TPFT berfungsi sebagai tempat pemeriksaan terpadu dari sisi Karantina, Pabean, dan Keamanan Penerbangan pada angkutan udara kargo internasional di Bandara Lombok.
Dengan adanya pemeriksaan fisik barang kargo internasional oleh instansi terkait di satu lokasi, kata Millyas, proses pengiriman kargo internasional di bandara lebih singkat dan biaya arus barang dalam perdagangan internasional dapat ditekan.
TPFT merupakan hasil kolaborasi antarinstansi yang diharapkan meningkatkan efisiensi waktu dan biaya dalam layanan karantina, kepabeanan, serta keamanan penerbangan.
“Menjamin keamanan serta mempermudah bagi para eksportir dalam proses pemeriksaan fisik barang yang akan dikirim,” jelas Millyas.
Data pergerakan kargo di Bandara Lombok Januari-Agustus tercatat 54 ton.
Rinciannya, kargo masuk atau impor 14 ton dan kargo keluar atau ekspor 40 ton.
Dengan layanan terpadu ini diharapkan dapat menarik minat eksportir sehingga roda perekonomian masyarakat Lombok, NTB, ikut meningkat.
Bandara Lombok berkomitmen mendukung upaya pemerintah menghilangkan hambatan dan mengurangi biaya arus barang dalam perdagangan internasional.
“Dengan adanya TPFT ini kami berharap dapat meningkatkan jumlah pengiriman kargo internasional di Bandara Lombok serta khususnya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat NTB,” tutup dia.
Editor : Kimda Farida